EBT Adalah Keharusan Bukan Pilihan

(Beritadaerah – Nasional) Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arcandra Tahar kembali menekankan bahwa untuk saat ini pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) adalah sebuah keharusan, bukan lagi sebuah pilihan.

“Apakah kita akan mendorong renewable energy? Renewable energy adalah keharusan bukan lagi pilihan apakah kita memilih fosil atau renewable energy,” tegas Arcandra.

Program kerjasama bidang EBT antara Balitbang Kementerian ESDM dengan UPN yang sudah berjalan adalah pengembangan biofuel dari kemiri sunan dan shorghum. Dalam hal ini, kata Arcandra, faktor keekonomian menjadi hal utama yang perlu diperhatikan. “Yang terpenting adalah keekonomiannya. Jangan sampai kita mengembangkan sesuatu tapi yang kita kembangkan mahal sekali,” ungkap Arcandra.

“Seandainya cadangan terbukti minyak kita 3,6 miliar barel dengan tingkat produksi 800 ribu per hari dan konstan, itu (dulu dikatakan) dalam waktu 12 tahun lagi akan habis. Itu yang harus kita ubah, yang benar adalah bukan habis, tetapi tidak bisa memproduksikan minyak,” terang Arcandra.

Arcandra menjelaskan, kenapa tidak habis, karena di bawah (perut bumi) sana belum ada teknologi yang bisa menguras minyak bumi sampai 100%. “Teknologi saat ini baru dapat menguras paling banyak 40-50% minyak yang ada, sehingga masih ada sekitar 60% di bawah sana,” ujarnya.

Menurut Arcandra, itu adalah tantangan kita, dan suatu saat nanti apabila ada teknologi baru cadangan tersebut bisa kita ambil.

Nanie/Jurnalist/BD
Editor :Emy T
Image : kominfo

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*