Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto seusai bertemu dengan CEO Asahi Glass Co. Ltd (AGC) Jepang, Takuya Shimamura di Kementerian Perindustrian, Jakarta, Senin (7/8). (Photo: Kemenperin)

Kapasitas Produksi Industri Kaca Naik 200 Ribu Ton

(Beritadaerah – Nasional) Industri kaca nasional menambah kapasitas produksi guna memenuhi kebutuhan dalam negeri sekaligus membidik pasar ekspor. Untuk itu, pemerintah memberikan apresiasi terhadap langkah ekspansi sektor tersebut karena akan memperkuat struktur industri di dalam negeri.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto seusai bertemu dengan CEO Asahi Glass Co. Ltd (AGC) Jepang, Takuya Shimamura beserta jajarannya di Kementerian Perindustrian, Jakarta, Senin (7/8) mengatakan: “Mereka melaporkan mengenai relokasi di Cikampek, Jawa Barat. Melalui pabrik baru ini, jumlah produksi ditargetkan meningkat 200 ribu ton dan rencananya beroperasi pada tahun 2019”.

Perluasan usaha ini dilakukan oleh PT Asahimas Flat Glass Tbk., yang berlokasi di kawasan Ancol, Jakarta Utara dengan memiliki kapasitas terpasang satu juta ton kaca lembaran per tahun dari dua lini produksi. “Satu furnace yang pindah ke Cikampek, kapasitasnya menjadi 700 ribu ton per tahun, dari awalnya yang hanya 500 ribu ton per tahun,” ungkapnya.

Untuk mencapai sasaran produksi tersebut, pihak Asahimas Flat Glass meminta kepastian pasokan bahan baku. Pasalnya, PT Asahi Chemical sempat mengalami kekurangan stok garam selama tiga minggu, yang digunakan untuk memproduksi soda kostik sebagai bahan baku kaca.

Oleh karena itu, Kemenperin terus memacu ketersediaan bahan baku dan energi bagi industri sehingga tidak terkendala dalam proses produksinya. “Industri kaca merupakan sektor yang potensial, karena sudah mampu ekspor,” tegasnya. Dengan kelancaran produksi, efek ganda yang dibawa industri akan berjalan baik seperti pada peningkatan nilai tambah, penyerapan tenaga kerja, dan penerimaan devisa.

Selain kapasitas produksi meningkat, Asahimas juga menerapkan teknologi khusus di pabrik Cikampek. Informasi dalam keterbukaan publik Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebutkan, tungku pabrik Cikampek ramah lingkungan dan efisien menyedot bahan bakar. Sementara kaca produksi pabrik tersebut untuk kebutuhan arsitektur dan otomotif.

Asahimas menjual kaca produksi pabrik Cikampek ke pasar dalam dan luar negeri. Untuk negara tujuan ekspor, mereka menyasar ke Amerika Serikat, Brasil, Belgia, Italia, Pakistan, Thailand, Singapura, China, Malaysia, Filipina, Vietnam dan Jepang. Hingga kuartal III 2016, penjualan domestik Asahimas sebesar Rp 1,71 triliun dan penjualan ekspor sekitar Rp 1,07 triliun.

Nanie/Jurnalist/BD
Editor :Emy T
Source: kemenperin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*