NILAI EKSPOR IMPOR SULTENG

Bea Cukai Dorong Pengembangan Ekspor UMKM Banyuwangi

(Berita Daerah – Banyuwangi) Kepala Kantor Bea Cukai Wilayah II Jawa Timur, Agus Hermawan, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Banyuwangi, Senin (18/9). Dalam kunjungannya tersebut, Agus menyampaikan berbagai rencana kerjasama yang bisa dilakukan oleh Bea Cukai dan Pemkab Banyuwangi, salah satunya membantu pengembangan sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) daerah untuk melakukan ekspor.

Agus mengatakan, saat ini Banyuwangi telah menjadi daerah yang perkembangannya sangat baik. Berbagai peluang untuk maju sangat terbuka lebar, karena Banyuwangi dinilai memiliki semua modal untuk dikembangkan. Mulai wisatanya yang moncer, kekayaan alamya yang beragam, serta ditunjang infrastruktur yang memadai mulai jalan, pelabuhan, dan bandara.

“Banyuwangi juga daerah yang inovasinya banyak, birokrasi dengan masyarakatnya juga sangat dekat, jadi pemerintah dan rakyat kompak sama-sama memajukan daerah sehingga perekonomian terus bergeliat,” kata Agus.

Kondisi Banyuwangi yang demikian, kata Agus telah membuat bea cukai juga ingin berkontribusi bagi perekonomian kabupaten di ujung timur Pulau Jawa ini. Salah satunya hal yang dilakukan adalah mengembangkan UMKM dengan mendorong pelakunya untuk melakukan ekspor produk lewat berbagai fsilitas kemudahan yang disediakan oleh Bea Cukai.

“Kami juga ingin berpartisipasi dalam kemajuan Banyuwangi, lewat pengembangan UMKM. Kami akan berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian Banyuwangi untuk mensosialisasikan berbagai fasilitas kemudahan yang dimiliki oleh bea cukai dalam mendorong industri daerah melakukan ekspor,” ujar Agus.

Salah satu fasilitas kemudahan yang diberikan oleh bea cukai adalah program kemudahan impor tujuan ekspor. Yaitu fasilitas penangguhan bea masuk bagi produk impor yang menjadi bahan baku para pelaku UMKM.

“Kami mendorong UMKM untuk memiliki orientasi ekspor, maka kami memberikan kemudahan bea masuk bahan baku impornya. Sehingga nantinya biaya produksi akan lebih murah dan efiien,” ujar Agus.

Pihak bea cukai, kata Agus juga akan terus mendorong agar proses ekspor barang bisa langsung dari Banyuwangi tanpa harus melalui daerah lain seperti Suarabaya maupun Jakarta. Baik lewat pelabuhan maupun bandara.

“Sebagai trade facilitator kita sangat mendukung ekspor langsung dari Banyuwangi karena sarana prasarana sudah ada. Sekarang bea cukai sudah ada di pelabuhan, nanti dibandara juga akan ada perwakilan. Nanti kantor bea cukai Banyuwangi juga akan berubah tingkatan dari esselon empat menjadi esselon tiga sehingga kewenangannya lebih luas,” terang Agus.

Agus juga sebagai garda terdepan pengawasan kepabeanan dan cukai, bea cukai akan terus menjaga daerah dari masuknya barang-barang ilegal yang dapat merugikan daerah. “Kami akan menjaga Banyuwangi dari masuknya barang-barang ilegal baik narkotika, maupun barang-barang yang tidak semestinya,” kata Agus.v

Sementara itu pelaksana tugas Sekretaris Daerah (Sekda) Djajat Sudrajat yang menyambut kedatangan Kepala Kantor Bea Cukai Wilayah II Jatim menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pihak bea cukai yang telah hadir di Banyuwangi. Rencana kerja sama bea cukai dan pemerintah daerah untuk mengembangkan UMKM disambut baik oleh daerah.

“Kami sangat senang dengan berbagai kerja sama yang akan terjalin kedepannya. Semoga akan membawa kemajuan bagi Banyuwangi,” pungkas Djajat.

Panda/Journalist/BD
Editor : Agustinus Purba
Image : Banyuwangi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*