Menteri PUPR Kunjungi Gyeongju, Mantapkan Kerjasama Pengelolaan SDA Mitigasi Bencana di Asia

(Berita Daerah – Jakarta) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan kunjungan kerja di Gyeongju, Korea Selatan, Rabu (22/9). Dalam kujungannya di Gyeongju Menteri PUPR memberikan Sambutan Pembukaan pada forum 1st Asia International Water Week (AIWW) dan Korea International Water Week (KIWW) 2017.

Dalam sambutannya, Menteri Basuki mengatakan pentingnya seluruh negara di Asia untuk bekerjasama secara erat dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan melalui pembangunan infrastruktur dan sumberdaya manusianya.

Setelah pembukaan Menteri Basuki melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Pertanahan, Infrastruktur, dan Transportasi (MOLIT) Korea Selatan, Kim Hyun Mee.

Dalam pertemuan bilateral, beberapa agenda penting yang dibahas kedua Menteri diantaranya terkait progres pembangunan Waduk Karian dan penyediaan air baku dari waduk tersebut, tindak lanjut dari MoU antara Kementerian PUPR dan MOLIT tentang Pengembangan Kota Cerdas, rencana penyelenggaraan Seminar dan penjajakan kerjasama tentang Intelegent Transport System (ITS), Kerjasama Indonesia Korea dalam bidang jalan, dukungan Korea Selatan terhadap Program Satu Juta Rumah, serta rencana kunjungan delegasi Korea Selatan ke Indonesia pada bulan November 2017.

Kedua Menteri sepakat dan optimis bahwa kerjasama ke depan akan berjalan baik dan memberi manfaat yang besar bagi kedua negara. Menteri Basuki mengharapkan kehadiran Menteri Kim ke Indonesia pada bulan November 2017 nanti.

Pada sore hari dilakukan penandatanganan Nota Kesepahamanan (MoU) antara Menteri PUPR dengan President of Asia Water Council (AWC) Hak Sok Lee terkait penyelenggaraan Asia International Water Week (AIWW) ke-2 yang akan diselenggarakan di Jakarta tahun 2020 mendatang.

Sebelumnya Menteri Basuki juga menghadiri 5th General Assembly of AWC. Menurutnya pengalaman dari berbagai negara Asia dalam mengatasi masalah air, dapat dibagi melalui forum AWC. Oleh karenanya kehadiran AWC yang dilahirkan sebagai “bayi” Indonesia dan Korea Selatan ini – menjadi kontribusi untuk mencari solusi yang efisien, efektif dan berkelanjutan dalam manajemen sumber daya air yang bijak, baik untuk perkotaan, kebutuhan industri dan swasta.

Sementara itu dalam kunjungan kerja ke Gyeongju, Menteri Basuki juga menyampaikan Sambutan Pembukaan pada acara 10th Meeting of High-level Experts and Leaders Panel on Water and Disasters (HELP).
Hadir pula Prof. Kuntoro Mangkusubroto yang pernah menjabat sebagai Kepala Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Aceh-Nias.

Menteri Basuki mengatakan bahwa dalam mitigasi bencana juga diperlukan pendekatan kearifan lokal dan budaya. Kesadaran akan kebijakan pembangunan yang sensitif terhadap potensi bencana juga perlu dipahami para pengambil kebijakan. Pertemuan ini menekankan pentingnya pengurangan risiko sebelum terjadinya bencana, bukan setelah bencana terjadi.

“Kita tidak ingin menyaksikan hilangnya nyawa manusia berikut asset sosial-ekonomi masyarakat, termasuk infrastruktur yang susah payah kita bangun, hancur karena kita kurang memperhatikan aspek kebencanaan,” ujar Menteri Basuki.

Ditambahkan, “Kita perlu mengubah mindset dalam penanganan bencana, tidak hanya untuk alasan survival tetapi juga mengatasi bencana secara berkelanjutan (striving),” ungkap Prof. Kuntoro.

Panda/Journalist/BD
Editor : Agustinus Purba
Image : kemendag

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*