Bangkitkan Kembali Kejayaan Lada Tanah Air di Dunia

(Berita Daerah – Jakarta) Indonesia dan negara-negara anggota yang tergabung dalam International Pepper Community memperingati Hari Lada – Pepper Day 2017, Rabu (4/10). Peringatan Hari Lada 2017 ini menjadi momentum yang tepat bagi bangkitnya kejayaan lada Indonesia. Hal ini disampaikan Staf Ahli Menteri Perdagangan Bidang Hubungan Internasional Dody Edward saat membuka resmi acara Hari Lada 2017 hari ini, di Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Dalam sambutannya, Dody mengatakan Peringatan Hari Lada merupakan bentuk dukungan Pemerintah Indonesia terhadap program pengembangan sektor lada. “Sebagai produsen lada terbesar kedua di dunia, Pemerintah Indonesia berkepentingan mendorong pertumbuhan sektor lada karena dapat menunjang kehidupan yang layak bagi petani dan penciptaan iklim usaha yang kondusif bagi pelaku usaha,” jelasnya.

Peluncuran program Hari Lada, lanjut Dody, dimaksudkan sebagai kegiatan promosi untuk meningkatkan konsumsi lada domestik guna menyerap suplai lada.

Dalam sejarah Indonesia, lada merupakan komoditas yang memegang peranan penting. Sejak akhir abad ke-16, Indonesia merupakan pemasok utama dalam perdagangan lada dunia. Hingga saat ini, lada masih menjadi salah satu jenis rempah yang memberikan kontribusi utama dalam penerimaan devisa negara. Berdasarkan data BPS, pada kurun waktu 2012-2016, lada menyumbang nilai ekspor lebih dari USD 400 juta dengan rata-rata volume perdagangan mencapai 54 ribu ton.

Sebagai negara dengan luas area perkebunan lada terbesar di dunia, Indonesia perlu menggiatkan pengembangan lada agar kembali menjadi pemain utama di level internasional. Salah satu tantangan yang dihadapi saat ini yaitu rendahnya harga lada di tingkat petani. “Fluktuasi harga dapat disebabkan oleh ketidakseimbangan suplai dan permintaan. Selain untuk mempromosikan lada dan produk lada, Pepper Day juga digalakkan untuk meningkatkan permintaan lada, khususnya secara nasional,” jelas Dody.

Mutu lada Indonesia dikenal sebagai yang terbaik dibandingkan negara produsen lainnya. Keunggulan ini patut dipromosikan di dalam dan luar negeri, serta dipertahankan melalui teknik penanaman dan pengolahan lada yang sesuai praktik pertanian yang baik. Tidak hanya itu, langkah strategis ini juga perlu diperkuat dengan inovasi dan pemasaran di sektor hulu dan hilir.

Inovasi dan strategi kebijakan yang tepat dan implementatif merupakan solusi dalam mengembangkan sektor lada di Indonesia. Inovasi yang didukung dengan strategi kebijakan yang sinergis antara pemerintah pusat dan daerah diyakini dapat mengembalikan kejayaan lada Indonesia di tingkat nasional dan dunia.

Sebagai negara dengan sejarah kejayaan rempah di masa lalu, Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Erzaldi Rosman mempunyai misi mengembalikan kejayaan rempah dengan menjadikan Babel sebagai Provinsi Lada.

Provinsi Bangka Belitung sebagai provinsi penghasil lada terbesar di Indonesia, bangkit dari krisis lada pasca 2000-an. Berbagai langkah strategis dilakukan untuk kembali meningkatkan produksi lada, mulai dari mendirikan koperasi lada hingga pembangunan resi gudang lada yang sedang berlangsung saat ini. Sedangkan dalam program unggulan sektor pertanian periode 2017-2022, program-program yang difokuskan untuk sektor lada, antara lain penguatan petani lada, pembangunan pusat penelitian rekayasa lada, pelatihan agrobisnis profesional, serta bantuan bibit dan prasarana.

”Tahun depan, selain 4 juta bibit gratis akan dibagikan, petani juga akan dilatih cara menanam lada yang baik agar mutu dan keunikan rasa lada Bangka tetap dikenal,” ucap Erzaldi.

Pada kesempatan ini, Gubernur melantik Dewan Rempah Indonesia (DRI) Wilayah Bangka Belitung. “DRI Wilayah Bangka Belitung dibentuk sebagai wadah organisasi bagi petani, produsen, perusahaan, pengusaha, dan pelaku usaha lainnya yang memanfaatkan komoditas rempah untuk menghasilkan dan memberikan kontribusi dalam upaya percepatan kembalinya kejayaan lada Indonesia,” tandas Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, H. Marwan.

Panda/Journalist/BD
Editor : Agustinus Purba
Image : kemendag

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*