Kondisi Perekonomian Indonesia Oktober 2017

Memasuki triwulan akhir tahun 2017, terlihat indikator makro ekonomi yang membaik dan kestabilan dalam kurun waktu yang cukup lama. Sebuah tulisan di Bloomberg menyampaikan Indonesia sekarang berbeda dengan Indonesia dulu. Indikator makro ekonomi yang sering menjadi perhatian adalah pertumbuhan inflasi, era kepemimpinan presiden Jokowi pertumbuhan inflasi dibawah 4 persen dan angka ini terendah sejak Indonesia mengalami krisis sejak tahun 1998.

Grafik 1: Laju inflasi turun hingga di bawah 4% akibat pemerintah kendalikan harga pangan & BBM

Sumber: Bank Indonesia

Suku bunga juga berangsur turun walaupun belum serendah yang diinginkan pemerintah. Setelah bertengger di aras 4,75% selama 10 bulan, BI pangkas bunga acuan 50 bp 2 bulan berturut-turut.

Grafik 2: Tingkat Bunga 2005-2016

sumber: Bank Indonesia

Nilai tukar rupiah stabil dengan volatilitas terendah di Asia Tenggara bersama dengan ringgit Malaysia. Setahun terakhir rupiah stabil, namun sejak akhir minggu lalu melemah, hari ini dekati Rp 13.600

Grafik 3: Pergerakan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dollar Amerika

Sumber: Bank Indonesia

APBN 2017 menetapkan angka 13.400 dan hari ini Rupiah masih berkisar di angka 13.500 hingga 13.600. Angka ini sudah diatas nilai Rupiah pada tahun 2015 sebesar 14.728.

Kondisi cadangan devisa meningkat hingga mencapai nilai tertinggi sepanjang sejarah. Cadangan devisa bertambah US$17.3 miliar dalam 9 bulan terakhir, setelah sempat mendekati angka yang rendah pada tahun 2015.

Grafik 4: Perkembangan Cadangan Devisa Indonesia

sumber: Bank Indonesia

Pasar saham terus menunjukkan kenaikan indeks, sudah 19 kali mencetak rekor baru sejak pertengahan Maret 2017.

Grafik 5: Indeks Saham Indonesia

sumber: Bursa Efek Indonesia

Arus masuk penanaman modal asing langsung, Foreign Direct Investment (FDI) dan portofolio meningkat. Defisit akun lancar (current account) terkendali, terkompensasi oleh arus modal masuk yg naik.

Grafik 6: Foreign Direct Investment (FDI)

Sumber: Bank Indonesia

Kondisi umum perbankan relatif sehat, hal ini adapat dilihat dari indikator-indikator perbankan yang ada seperti CAR relative tinggi dan NPL relatif rendah di bawah 3%.

Grafik 7: Indikator Perbankan Tahun 2013 – Juli 2017

sumber: Bank Indonesia

Tahun 2017 nilai ekspor tumbuh dua digit, setelah 5 tahun berturut-turut selalu merosot. Dari grafik neraca perdagangan, terlihat bahwa pada tahun 2012 hingga 2014 neraca perdagangan Indonesia selalu deficit, namun sejak tahun 2015 keatas neraca perdagangan Indonesia meningkat. Surplus perdagangan cenderung meningkat

Grafik 8: Trade Account 2012-2017

sumber: Biro Pusat Stastitik (BPS)

Kondisi perekonomian yang membaik Indonesia merupakan motivasi yang besar bagi Indonesia untuk masuk sebagai negara maju, kondisi ekonomi Indonesia pada saat ini tidak lepas dari kerja keras yang dilakukan presiden Jokowi bersama dengan kabinetnya.

 

Penulis Fadjar Ari Dewanto adalah Advisor Lepmida (Lembaga Pengembangan Manajemen dan Investasi Daerah)

One comment

  1. Until I found this I thgouht I’d have to spend the day inside.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*