Kunjungi NTB, Jokowi Resmikan Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika

(Berita Daerah – Mandalika) Melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Nusa Tenggara Barat Presiden Joko Widodo, hari ini, Jumat (20/10), meresmikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Pembangunan KEK Mandalika ini bertemakan kepariwisataan dan menjadi KEK keempat yang beroperasi setelah KEK Sei Mangkei, KEK Tanjung Lesung dan KEK Palu.

“Mandalika akan menjadi satu kawasan pariwisata besar, yang akan memberikan dampak yang besar bagi Nusa Tenggara Barat,” kata Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, dalam peresmian yang berpusat di Pantai Kuta, Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah.

Darmin Nasution yang turut mendampingi Presiden Jokowi menyatakan KEK Mandalika merupakan bagian dari langkah-langkah strategis membangun Indonesia secara menyeluruh. “Pembangunan harus menyentuh wilayah-wilayah belum berkembang dan wilayah-wilayah belum tersentuh atau pinggiran,” kata Darmin.

Berbagai infrastruktur prioritas, seperti jalan tol, pelabuhan, bandar udara, waduk, pembangkit listrik, serta sistem telekomunikasi modern, segera dapat terwujud di daerah-daerah di seluruh Indonesia agar masyarakat dapat ikut menikmati hasil kemerdekaan, ujar Darmin.

“Masyarakat kita tidak boleh hanya menjadi penonton, harus ada rancangan ke depan dan kerjasama yang konstruktif agar kita bisa membangun daya saing yang kompetitif,” tegas Darmin.

Darmin meminta agar gubernur, bupati dan kementerian terkait dapat segera mengambil langkah yang diperlukan agar KEK ini bisa sesegera mungkin bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat sekitar. Guna menarik aliran investasi ke KEK, pemerintah telah mengeluarkan Perpres No 91 tahun 2017 tentang Kebijakan Percepatan Kemudahan Berusaha. Dengan demikian, Dalam kebijakan ini, investor yang akan berinvestasi di KEK diberi banyak kemudahan, insentif serta fasilitas agar mereka dapat segera merealisasikan investasinya.

“Kemudahan Berusaha diharapkan mampu dimanfaatkan investor ke KEK. Itu salah satu instrumen untuk mengejar ketertinggalan di luar Jawa,” kata Sekretaris Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus.

Pemerintah menargetkan hingga tahun 2019 akan terwujud 25 wilayah sebagai KEK. Kini, sudah terdapat 12 KEK yang ditetapkan, 8 KEK bertema manufaktur dan 4 KEK bertema kepariwisataan.

Adapun pembangunan KEK dimaksudkan untuk: Pertama, mempercepat pembangunan, terutama di luar Pulau Jawa; Kedua, mengurangi kesenjangan intra dan inter-wilayah; dan Ketiga, meningkatkan nilai tambah dan rantai nilai atas bahan mentah atau sumber daya alam nasional.

Diharapkan, sampai dengan akhir tahun 2017 akan terdapat dua KEK lagi yang akan beroperasi, yaitu KEK Lhokseumawe dan KEK Galang Batang di Bintan. Sedangkan 6 KEK lainnya diharapkan akan dapat dioperasikan pada semester pertama tahun 2018.

“Saat ini Dewan Nasional KEK juga sedang memproses usulan enam KEK lainnya sedang dikaji, yaitu KEK Kuala Tanjung di Sumatera Utara, KEK Pulau Asam Karimun di Kepulauan Riau, KEK Merauke di Papua, KEK Melolo di NTT, KEK Nongsa di Batam, dan Kawasan Pariwisata Pulau Bangka,” tambah Enoh.

Lebih lanjut Enoh menambahkan bahwa sampai saat ini, aliran investasi ke 12 KEK tersebut cukup menjanjikan, yang tercatat pada akhir Juli 2017 telah terdapat komitmen investasi sebesar Rp221 Triliun. Harapannya pada tahun 2030, KEK dapat menarik investasi Rp726 Triliun.

Deputi Bidang Koordinasi Percepatan Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Wahyu Utomo menjelaskan bahwa peran pemerintah dalam menyediakan infratsruktur dasar sangat strategis untuk menarik aliran investasi, khususnya di sektor pariwisata.

“Saat ini KEK Mandalika didorong untuk menyediakan infrastruktur dasar sebagai strategi menarik investasi,” ujar Wahyu.

KEK Mandalika diproyeksikan memiliki 10.000 kamar hotel dengan target 2.000 kamar hotel di 2019, sirkuit balap kelas dunia dan convention center, yang diharapkan terealisasi pada tahun 2019. Dengan memanfaatkan PMN Rp 250 Milliar, PT Pengembangan Pariwisata Indonesia atau Indonesia Tourism Development Coporation (ITDC) telah mencatat aliran investasi Rp 13 triliun. Nilai investasi yang sedang berjalan di lapangan sekarang sebesar Rp 4,1 triliun.

Investasi ini mencakup diantaranya lima hotel bintang 5, yakni Hotel Pullman, dan Hotel Club Med, Hotel Royal Tulip, Hotel X2, dan Hotel Paramount dan Sea Water Reverse Osmosis kapasitas 3.000 m3/ hari.

Panda/Journalist/BD
Editor : Agustinus Purba
Image : ekon

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*