Wisatawan menikmati matahari terbit di Pantai Boom, Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (29/7). Pemerintah Kabupaten Banyuwangi bersama PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) berencana mengembangkan potensi wisata pantai seluas 44,2 hektar yang berada di ujung timur pulau Jawa tersebut. ANTARA FOTO/Budi Candra Setya/Rei/foc/15.

Banyuwangi Dan Pelindo III Bangun Pelabuhan Pariwisata

(Berita Daerah – Banyuwangi) Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur terus melakukan sinergi dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk mengembangkan pariwisatanya. Pelabuhan pariwisata akan dikembangkan di Marina Boom Banyuwangi yang terkoneksi dengan Benoa Bali.

Mengutip laman banyuwangikab, Senin (23/10), Direktur Utama Pelindo III I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra di Banyuwangi menyampaikan bahwa pihak Pelindo (Pelabuhan Indonesia) III berkeinginan untuk mengembangkan pariwisata di daerah tersebut.Pelindo berharap dapat menjadikan Banyuwangi dan Benoa sebagai pelabuhan pariwisata, ujar Askhara.

Askhara juga mengatakan dua bulan ke depan, akan selesai dibangun ponton untuk yatch untuk komunitas wisatawan yang memiliki kapal yatch. Pelindo III juga melakukan kerja sama dengan One15 Singapura yang merupakan klub kapal yatch dunia, untuk mengembangkan Marina Boom.

“Kami bekerja sama dengan One15 Singapura untuk mengelola. One15 merupakan klub kapal yatch yang memiliki 4.300 member dari seluruh dunia. 60 persen berasal dari Tiongkok dan Australia,” kata Askhara.

Nantinya diharapkan One15 akan mengundang member-nya untuk ke Banyuwangi. Dengan yatch ini akan membuat Banyuwangi lebih dikenal.

Selain ponton yatch, di Marina Boom juga akan dikembangkan pelabuhan kapal katamaran yang menghubungkan Banyuwangi-Benoa. Kapal katamaran memiliki dua badan kapal dengan kecepatan 25 knot.

Askhara mengatakan, dipilihnya katamaran karena lebih stabil menghadapi ombak sehingga meminimalisir penumpang mabuk laut. “Dengan katamaran wisatawan bisa lebih nyaman meski ombaknya besar,” kata Askhara.

Askhara mengatakan dengan mengembangkan pelabuhan wisata, akan memberikan butterfly effect pada daerah tersebut. Peningkatan kualitas pelabuhan yang bersih, nyaman, dan aman, akan berdampak pada kemajuan pariwisata di daerah.

“Itu yang ingin kami lakukan di Banyuwangi. Kami ingin menghilangkan kesan pelabuhan itu panas, banyak debunya, menjadi pelabuhan yang dikhususkan untuk pariwisata,” kata Askhara.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, ini merupakan sinergi dengan BUMN yang produktif. “Ini respon cepat dari BUMN untuk melakukan percepatan-percepatan. Sebelumnya Banyuwangi juga bersinergi dengan BUMN untuk percepatan Bandara Banyuwangi,” kata Anas.

Selain itu, Banyuwangi juga bersinergi dengan BUMN untuk melakukan percepatan dalam pembangunan cable car di Kawah Ijen. “Sehingga target 20 juta wisatawan dari pemerintah, bisa lebih cepat dengan sinergi ini,” pungkas Anas.

Panda/Journalist/BD
Editor : Agustinus Purba
Image : Banyuwangikab

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*