Bojonegoro Manfaatkan Produk Kerajinan Kayu Dengan IT

(Berita Daerah – Jawa Timur) Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Bojonegoro terkenal dengan produk kerajinan kayunya. Pemasaran produk berkualitas tinggi ini kian meluas sejak dipasarkan dengan memanfaatkan teknologi informasi (TI).

Bekerjasama dengan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom), perajin mendirikan komunitas yang disebut Kampung UKM Digital. Kampung UKM Digital merupakan sebuah konsep Kampung UKM yang dapat memanfaatkan teknologi informasi secara komprehensif dan integrative. Langkah ini dilakukan untuk mendukung proses bisnis yang berjalan di sentra UKM.UKM yang terpusat di suatu lokasi ini sebagai upaya mewujudkan UKM yang maju, mandiri, dan modern.

“Kami sangat bangga bisa ikut menjadi bagian penting dalam membantu UKM Perajin Kayu di Bojonegoro menyambut era digital dan memasuki pasar digital agar dapat bersaing menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA),” demikian disampaikan General Manager Telkom Witel Gresik Madura,Ferry Zuljanna.

Ferry menambahkan, di Kampung UKM Digital ini disediakan infrastruktur berupa jaringan Telkom 100% Fiber, access point WIFI ID, fasilitas Broadband Learning Center (BLC) yang juga sudah difasilitasi jaringan 100% fiber, sifatnya free apabila kelas BLC digunakan secara klasikal serta sharing knowledge terkait dengan Information Computer Technology (ICT).

Ferry menyadari bahwa upaya menumbuhkan digital ecosystem untuk membantu UMKM memasuki era digital akan terwujud dengan dukungan berbagai pihak selain Telkom sebagai business enabler melalui solusi ICT.

“Termasuk kerja sama Penta-Helix, dengan melibatkan 5 pilar pemangku kepentingan guna meningkatkan daya saing UKM. Adapun 5 pilar itu antara lain; academicy, business, community, birocration dan media atau disingkat ABCGM,” katanya.

Sepanjang tahun 2015 Telkom berhasil menghadirkan 60 Kampung UKM Digital. Tahun ini target ambisius ditiupkan,yakni sebesar 300 Kampung UKM Digital di seluruh Indonesia.Seperti dikatakan Kepala Disperindag Bojonegoro, Basuki, kehadiran Kampung Digital merupakan angin segar bagi pelaku UKM di Bojonegoro.

“Ini menjadi kebangkitan pelaku usaha di sentra furniture Desa Sukorejo. BLC ini bisa jadi pusat belajar, promosi, dan komunikasi antar-perajin sehingga dari situ bisa meningkatkan omzet,” ujarnya.

Menurut dia, produk furniture dari Desa Sukorejo bisa dijualhingga Rp 15 juta di Malaysia. Padahal, harga di kampung itu hanya Rp 5 juta. “Melalui TI akan jadi sarana promosi yang efektif. Kalau UKM hanya mengandalkan penjualan secara konvensional, siap-siap usahanya mati,” katanya.

Lebih lanjut Basuki menambahkan, di Sukorejo, Pemkab juga memiliki sentra pengolahan kayu berupa UPT (Usaha Pengelola Teknik Kakeriyu) yang terletak di Jl.Brigjen Sutoyo Bojonegoro. UPT ini sudah ada sejak 20 tahun lalu. Selain menjual meubel yang telah jadi, UPT ini juga menawarkan ukiran kayu jati khas Bojonegoro. Olahan kayu jati bisa dibuat menjadi kursi, dipan, meja, lukisan Kaligrafi, jam kayu, dan pintu.

UPT Bojonegoro memiliki sekitar 85 unit usaha dengan 165 perajin kayu dan memiliki ruang pamer (showroom)untuk menjajakan produknya. Proses pengolahan kayu terbilang masih menggunakan cara manual atau sederhana. Sama dengan cara pemasaran produknya juga terbilang masih sederhana atau belum tersentuh perkembangan teknologi. Bahan baku kayu jati biasa didatangkan dari area Bojonegoro, Tuban, dan Nganjuk. Produk UPT sudah merambah pasar luar negeri.

Ketua Koperasi Kriya Makmur (Koyama), Mamik Slamet menyatakan, pemesan mebel tidak hanya lokal Bojonegoro, namun juga Surabaya, Jakarta, Bandung, Bali, juga luar Jawa. “Hanya saja, sebagian besar perajin masih membeli mebel setengah jadi dari Jepara Jawa Tengah, kemudian penyelesaian akhirnya di Bojonegoro,” katanya.

Di desa setempat, tercatat ada 86 perajin, dengan jumlah tenaga kerja berkisar lima orang hingga mencampai puluhan orang per perajin. Harga mebel di desa setempat, mulai Rp 250 ribu, seperti tempat air, hingga mebel seharga Rp 25 juta.

Panda/Journalist/BD
Editor : Agustinus Purba
Image : jatimprov

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*