Program Aplikasi Sigap Pemprov Kaltim, Bangun Desa Yang Maju

(Berita Daerah – Samarinda) Setiap desa harus semakin baik dan berkualitas. Untuk itu, diperlukan berbagai terobosan agar implementasi pembangunan desa semakin variatif dan rakyat semakin sejahtera. Sekprov Kaltim Dr H Rusmadi mengatakan melalui program Aksi Inspiratif Warga Untuk Perubahan (Sigap) yang dibangun The Nature Conservancy (TNC) bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kaltim diharapkan dapat menjadi instrumen sebuah perencanaan pembangunan desa.

Pendekatan partisipatif melibatkan semua potensi desa. Sehingga melalui program ini dapat mewujudkan desa yang maju. Di mana memiliki rakyat kreatif dan sejahtera berwawasan lingkungan. “Ini luar biasa. Bagaimana pun juga ketika kita akan membangun, maka perencanaan harus matang. Tidak akan berhasil pembangunan kalau perencanaannya tidak berkualitas. Sigap akan menjadi instrumen perencanaan pembangunan dan pendekatan partisipatif dengan melibatkan semua potensi desa.

Semoga ini menjadi modal agar selanjutnya program pembangunan desa semakin bermartabat,” kata Rusmadi mewakili Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak membuka Pelatihan Aplikasi Sigap bagi Pendamping Desa di Kaltim, di Samarinda, Senin (6/11).

Rusmadi mengatakan, Kaltim merupakan daerah luar biasa dengan luas daerah 13,7 juta hektar. Memiliki kekayaan luar biasa. Mulai SDA minyak bumi, gas, batubara. Belum lagi potensi pertanian, perkebunan, perikanan dan terlebih adalah potensi pariwisata. Dengan jumlah penduduk 3,5 juta jiwa dengan 103 kecamatan dan 1.038 kelurahan dan desa. Maka untuk membangun Kaltim menjadi sebuah daerah yang maju, rakyatnya sejahtera tidak bisa dibebankan kepada pemerintah provinsi saja.

Tetapi menjadi tanggung jawab semua pihak, terutama pendamping desa melalui program Sigap. “Program Sigap berawal dari Desa Merabu di Kabupaten Berau melalui program perencanaan membangun masyarakat desa. Bagaimana potensi ekonomi sumber daya alam yang ada di desa ini kemudian dimanfaatkan, tetapi tetap dengan memperhatikan aspek kelestarian lingkungan,” jelasnya.

Selanjutnya, untuk membangun Kaltim mulai dari desa memang menjadi tugas semua pemerintah, masyarakat beserta swasta. Melalui pelatihan ini diharapkan yang terlibat dalam pengembangan pembangunan desa dapat bersama membangun visi dengan program-program yang jelas dan terukur.

Menurut Rusmadi program Sigap telah dilaporkan ke Kementerian Desa dan dicatat sebagai inovasi yang patut dicontoh daerah lain. Kementerian Desa dan Transmigrasi pun memberikan apresiasi. “Kita harapkan mudah-mudahan aplikasi ini tidak sebatas untuk desa di Kaltim tapi juga di Indonesia. Dari Kaltim untuk Indonesia jaya,” ucap Rusmadi.

Kepala DPMPD Kaltim HM Jauhar Efendi mengatakan ini merupakan program kemitraan yang dibangun LSM TNC Kaltim bersama DPMPD. Pelatihan kali ini merupakan pelatihan kedua. Sebelumnya pelatihan yang sama sudah dilaksanakan September 2017. “Peserta yang ikut kali ini sebanyak 530 orang, berasal dari perwakilan kabupaten seKaltim,” kata Jauhar. Hadir pula Direktur Program TNC Indonesia Herlina Hartanto dan Senior Manajer Kaltim TNC Niel Makinuddin.

Panda/Journalist/BD
Editor : Agustinus Purba
Image : Kaltimprov

One comment

  1. Hello i am kavin, its my first time to commenting anyplace, when i read this post i thought i could also make comment due to this good paragraph.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*