Program Vokasi Industri Mendukung Pengembangan Industri Dalam Negeri

(Beritadaerah – Nasional)  Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto memberikan apresiasi kepada perusahaan yang berkontribusi dalam program link and match pendidikan vokasi industri. Terlebih lagi perusahaan yang dengan upaya pengembangan teknologi melalui kerja sama penelitian dan pengembangan (R&D) dengan beberapa perguruan tinggi seperti Institut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada, Institut Pertanian Bogor dan Universitas Indonesia.

“Kami juga menyampaikan penghargaan atas partisipasi aktif PT Komatsu Indonesia dalam program Link and Match pendidikan vokasi Industri dengan 35 SMK. Kiranya kerja sama ini akan memberikan hasil positif untuk pengembangan industri di dalam negeri serta bermanfaat bagi bangsa dan negara,” kata Airlangga di Jakarta, Rabu (13/12).

“Kami mengusulkan agar adanya pengurangan pajak sebanyak 200 persen dari nilai biaya vokasi dan 300 persen dari nilai biaya inovasi yang dikeluarkan perusahaan,” ujarnya.

Ditambahkannya, Presiden Jokowi telah menegaskan bahwa pendidikan vokasi akan menjadi tumpuan pada peningkatan kompetensi tenaga kerja Indonesia. Untuk itu, Kemenperin tengah aktif mendorong penciptaan satu juta tenaga kerja yang lahir dari pendidikan vokasi SMK hingga tahun 2019.

Sementara itu, Presiden Direktur PT Komatsu Indonesia Pratjojo Dewo menyampaikan, pihaknya berkomitmen untuk melakukan peningkatan kegiatan penelitian dan pengembangan yang berelanjutan di Indonesia melalui kerja sama antara Komatsu Ltd Jepang, Yayasan Komatsu Indonesia Peduli (YKIP) dan sejumlah univeritas di Tanah Air.

“Dalam tiga tahun terakhir, kami telah mendirikan Pusat teknologi Material, Pusat Pelatihan Keahlian, dan Pusat Pengembangan Desain Asia,” ungkapnya.

Program vokasi link and match yang diinisiasi oleh Kemenperin tidak hanya mampu mendukung proses bisnis internal perusahaan, tetapi juga para pemasok dan semua pemangku kepentingan dalam menginspirasi perubahan lanskap bisnis alat berat yang semakin cepat.

“Dalam kerja sama ini, kami turut membantu dalam hal penyelarasan kurikulum berbasis kompetensi, pengembangan sarana prasarana praktikum dan penyediaan kesempatan praktek kerja industri bagi siswa SMK dan penanganan industri bagi guru serta sertifikasi,” katanya.

Nanie/Journalist/BD
Editor : Emy T
Image : Kemenprin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*