Kadin Kota Surabaya dan Jatim Tingkatkan kerjasama TTI dengan New Zealand

(Beritadaerah – Nasional) Kamar Dagang Dan Industri (Kadin) Jatim dan Kadin Kota Surabaya terus berupaya meningkatkan kerjasama antar negara di berbagai sektor. Tahun ini, Kadin Kota Surabaya dan Kadin Jatim meningkatkan kerjasama Tourism, Trade, and Investment (TTI) dengan pemerintah New Zealand (Selandia Baru).

Ketua Kadin Kota Surabaya Jamhadi mengatakan, Kadin Jatim dan Kadin Kota Surabaya telah sepakat untuk terus meningkatkan intensitas kerja ekonomi antar kedua wilayah, baik dari segi perdagangan, pariwisata, dan investasi.

“Kami berharap bisa meningkatkan kerjasama perdagangan dengan Selandia Baru, karena selama ini neraca perdagangan Jawa Timur dengan Selandia Baru masih defisit,” terang Jamhadi dalam keterangan resminya di Surabaya, Selasa (9/1).

Menurut Jamhadi , pihaknya telah melakukan pertemuan antara pengusaha yang tergabung dalam Kadin dengan Duta Besar Selandia Baru bertujuan untuk memperkuat hubungan dagang antara kedua pihak yang saling menguntungkan.

Ada berbagai keunggulan produk dan pariwisata di Jatim yang bisa ditawarkan ke Selandia Baru melalui Mr Dr Trefor Mathesin sebagai Duta Besar Selandia Baru untuk Indonesia. Produk tersebut meliputi kerajinan, produk agro industri, dan produk dari industri kreatif. Juga sejumlah destinasi wisata di Jatim.

Lebih lanjut Jamhadi menjelaskan, data neraca perdagangan Jatim – Selandia Baru selama kurun waktu tahun 2013-Oktober 2017 senantiasa mengalami defisit bagi Jatim. Defisit terbesarterjadi  pada tahun 2013 yakni sebesar US$ 105,33 juta.

Untuk ekspor, selama periode 2013-Oktober 2017, pertumbuhan nilai ekspor non migas Jatim ke Selandia Baru berfluktuasi dengan rata-rata 9,15 persen per tahun. Adapun rata-rata share-nya terhadap total ekspor non migas Jatim per tahun 0,30 persen.

Adapun 10 komoditi ekspor non migas Jawa Timur ke Selandia Baru adalah kayu, barang dari kayu, kertas/karton, alas kaki, bahan kimia organik, pupuk, kakao/coklat olahan dari tepung, ampas/sisa industri makanan, plastik dan barang dari plastik, perabot, penerangan rumah.

Dan untuk impor, selama periode 2013-Oktober 2017, pertumbuhan nilai impor non migas Jatim dari Selandia Baru berfluktuasi dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 1,18 persen per tahun. Adapun rata-rata share-nya terhadap total impor non migas Jawa Timur per tahun 0,77 persen

Sementara Duta Besar Selandia Baru Mr Dr Trefor Mathesin mengatakan, pihaknya menyambut baik upaya peningkatan kerjasama antara Jatim dengan New Zealand.

“Kami akan transfer teknologi untuk membantu meningkatkan sektor pertanian dan peternakan di Jatim Karena menjadi bagian penting bagi kami,” ungkap Trefor.

Nanie/Journalist/BD
Editor : Emy T
Source: Kominfo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*