Suasana kapal general cargo pengangkut pada peluncuran perdana trayek 5 Gerai Maritim mendukung tol laut di pelabuhan penumpang Soekarno Hatta, Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (12/5). Kapal tersebut akan berlayar melewati trayek penugasan pemerintah (T5) menjelajahi Makassar, Tahuna, Lirung, Morotai, Tobelo, Ternate, dan Babang dengan mengangkut sejumlah bahan pokok ke daerah terpencil di Indonesia Timur. ANTARA FOTO/Dewi Fajriani/foc/16.

Kemenhub Ubah Sistem Tol Laut Jadi Berbasis Kontainer

(Berita Daerah – Jakarta) Dalam upaya untuk lebih mematangkan program tol laut yang sudah berlangsung dan berhasil menekan disparitas harga khususnya di wilayah Indonesia Timur, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dalam waktu dekat berencana akan merubah sistem tol laut, dari berbasis pada angkutan dirubah menjadi berbasis kontainer.

“Jadi kalau kita mau kirim berbasis angkutan tentunya berapa pun isinya kita harus bayar tetapi kita akan deteksi kota ini berapa, 100 kontainer, 200 kontainer, 50 kontainer, kita akan kirim sesuai volume (kebutuhan) itu,” kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat menjadi pembicara pada Rapat Koordinasi Kementerian Perdagangan di Jakarta, Kamis (1/2).

Menurut Menhub, langkah ini dilakukan karena tingkat keterisian angkutan balik belum maksimal. Dengan sistem berbasis container, diyakini Menhub akan lebih dapat menekan biaya pengangkutan.

“Karena angkutan balik kan belum maksimal jadi kita bisa mereduksi cost atas itu. Kira-kira (pengurangan biaya) 30-40% karena uangnya ini bisa kita pakai kegiatan-kegiatan untuk menambah jalur dan menambah intensitas,” jelas Menhub.

Diakui Menhub saat ini masih ada daerah yang hanya disandari kapal tol laut 2 minggu sekali. Dengan upaya penekanan biaya ini, diharapkan nantinya dapat menambah intensitas kapal tol laut di suatu daerah.

Berharap Tanjung Priok Beroparasi 7 Hari

Selain merubah sistem tol laut, menurut Menhub, pihaknya juga akan segera merestrukturisasi pelabuhan-pelabuhan di seluruh Indonesia agar lebih murah, lebih cepat, dan lebih transparan.

“Kami akan menerapkan DO online, selama ini namanya DO itu dari pintu ke pintu fisik harus hadir. Ini kan butuh waktu dan juga mengakibatkan tidak government dengan DO online ini bisa berjalan,” ujar Menhub.

Untuk ini Menhub mengatakan perlu adanya perubahan kebiasaan dan konsistensi pihak-pihak terkait untuk bisa mengaplikasikan sistem DO online ini.

Hal lainnya Menhub berharap operasional Pelabuhan Tanjung Priok sebagai pelabuhan dengan kapasitas 60% dari total barang yang bergerak di Indonesia, untuk dapat beroperasi 7 hari dalam seminggu. Hal ini perlu dilakukan, karena mMnurut Menhub dengan waktu operasional Pelabuhan Tanjung Priok 5 hari akan berpengaruh pada distribusi barang dari daerah-daerah di sekitar Jakarta.

“Kita ingin sekali memudahkan apabila operasi dari Pelabuhan Priok itu tidak 5 hari tapi 7 hari jadi sekarang ini Sabtu-Minggu barang ada tetapi orang-orangnya tidak aktif. Kita minta aktif semuanya sehingga barang-barang kalau begitu hari Jumat tadinya stop ini barang-barang bisa jalan,” ungkapnya.

Menhub berharap perubahan waktu operasional Pelabuhan Tanjung Priok dari 5 hari menjadi 7 hari ini akan mulai dilaksanakan pada bulan Maret 2018. Ditambahkan Menhub terkait program tol laut nantinya Kementerian Perhubungan berencana akan mengalihkan beberapa jalur tol laut yang dianggap tidak produktif.

Panda/Journalist/BD
Editor : Agustinus
Image : Setkab

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*