Air Connectivity, Kunci Sukses Tingkatkan Kunjungan Wisman

(Beritadaerah – Nasional) Dalam rangka mempersiapkan pencapaian Target Wisman 2018 sebanyak 17 juta wisatawan, Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya melakukan road show kepada  unsur 3A (Authorities – Airports & AirNavigation – Airlines) demi memastikan dukungan konektivitas udara (air connectivity) terhadap pencapaian  target kunjungan ke Indonesia.

“Air connectivity menjadi kunci sukses dalam mendatangkan wisman karena 80% wisman yang masuk ke Indonesia menggunakan transportasi udara, sedangkan sisanya melalui laut dan cross-border land. Kegiatan road show ini untuk mengkomunikasikan persoalan dan solusi terhadap dukungan  unsur 3A (Authorities – Airports & AirNavigation – Airlines),” kata Menpar Arief Yahya.

Untuk mendukung target 17 juta wisman, kata Menpar Arief, tahun ini dibutuhkan sebanyak 25 juta international seats, sedangkan yang tersedia sebanyak 23,9 juta seats sehingga masih kurang 1,1 juta seats. “Kita akan membicarakan program kerja sama untuk mengatasi kekurangan seats tersebut dengan airlines/wholesalers, misalnya, dalam bentuk insentif atau stimulus dengan meningkatkan SLF Rute Existing ; membangun rute baru strategis maupun membuka charter flight rute baru,” kata Arief Yahya.

Tiga unsur yakni authorities dalam hal ini adalah Kementerian Pehubungan (cq. Dirjen Perhubungan Udara) adalah instansi yang mengatur dan mengendalikan angkutan udara, mulai dari mengatur traffic rights yang dituangkan dalam Air Services Agreement bilateral/multilateral, mengatur aspek keamanan, keselamatan, pelayanan dan operasional; sampai dengan memberikan ijin rute penerbangan kepada pihak airlines.

Unsur Airports & AirNavigation adalah Angkasa Pura I, II dan Kemenhub, sebagai operator pelayanan  kebandaraan yang mengurus di darat. Seats Capacity akan tersedia bilamana ada airlines yang menerbangi rute tertentu. Sementara airlines hanya bisa membuka rute bilamana tersedia slot-time di bandaranya, baik air-segment maupun ground-segment-nya. Dalam hal ini pengelola bandara dan Air Navigation harus terus didorong untuk memastikan tersedianya slot-time di bandara.

Sementara itu unsur airlines pada dasarnya yang menentukan adanya seats capacity pada rute tertentu. Airlines mempunyai perhitungan sendiri yang cukup rumit sebelum menentukan akan menerbangi rute tertentu atau tidak. Oleh karena itu, diperlukan dukungan termasuk dengan memberikan insentif atau stimulus di antaranya dengan melakukan joint promotions.

Nanie/Journalist/BD
Editor : Emy T
Source: Kemenpar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*