Kebijakan Penanganan Illegal Fishing Berhasil Mendorong Hasil Produksi Perikanan di Cilacap

(Berita Daerah – Cilacap) Produksi perikanan di Kabupaten Cilacap mengalami lonjakan signifikan. Kebijakan tegas Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti dalam penanganan illegal fishing menjadi faktor utama yang berpengaruh terhadap naiknya hasil tangkapan nelayan lokal. Meski demikian, Pemkab Cilacap melalui Dinas Perikanan setempat terus berupaya meningkatkan produksi.

“Kalau kami evaluasi, di samping karena musim, kebijakan KKP dalam menanggulangi illegal fishing turut berpengaruh sehingga produksi ikan mulai meningkat”, kata Kepala Dinas Perikanan Cilacap, Sujito.

Menurut Sujito, pada 2015 produksi perikanan tangkap Cilacap mencapai 14 ribuan ton. Jumlah ini menurun menjadi 13 ribuan ton pada 2016, dan melonjak tajam pada 2017 menjadi 25 ribuan ton. Sedangkan untuk perikanan budidaya, dari capaian produksi 2016 sebesar 8 ribuan ton, pada 2017 turut mengalami kenaikan hingga kisaran 9.800 ton. Khusus untuk sektor ini, Dinas Perikanan tengah memprioritaskan pembibitan.

“Kami awali dengan produksi benih yang bagus dari benih bersertifikat. Sehinga tingkat kematian ikan dapat ditekan untuk meningkatkan produktivitas”, ujarnya.

Untuk menghasilkan benih berkualitas, Dinas Perikanan mengoptimalkan kegiatan pembenihan pada tiga Balai Benih Ikan (BBI). Yakni Balai Benih BBI Kesugihan dan Majenang untuk ikan air tawar, serta BBI Nusawungu untuk ikan air payau. Tidak hanya itu, Dinas juga membina sekitar 50 Unit Pembenihan Rakyat (UPR), yang dikelola oleh kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan).

“Sejauh ini BBI masih memenuhi kebutuhan benih untuk petani lokal. Tetapi tidak menutup kemungkinan melayani permintaan luar daerah apabila diperlukan”, tambah Sujito.

Potensi lain yang tak kalah unggul, menurut Sujito adalah perikanan tambak. Sebab dari 9.800 ton produksi perikanan darat, 5 ribuan ton diantaranya dihasilkan dari budidaya tambak baik udang maupun ikan. Pada tahun 2017, Pokdakan tambak Cilacap bahkan berhasil mejadi juara I tingkat provinsi, sehingga membuktikan bahwa Pokdakan Cilacap memiliki kapabilitas dari segi teknis.

“Demikian juga untuk cara budidaya ikan yang baik (CBIB), pemerintah pusat dan provinsi juga menerbitkan sertifikat. Di Jawa Tengah, Pokdakan Cilacap paling banyak menerima sertifikat tersebut”, pungkasnya.

Panda/Journalist/BD
Editor : Agustinus
Image : banyuwangikab

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*