Ilustrasi:Preseden Joko Widodo (Jokowi), Photo: Setkab

Kepemimpinan: Fulfillment Atau Happiness?

(Beritadaerah – Kolom) Dalam pekerjaan sehari-hari banyak orang berangkat dari rumah menuju kantor dengan berbagai motivasi. Mungkin ada yang memang karena kebutuhan ekonomi keluarga yang menuntut dia pergi menuju kantornya, atau ada yang baru mulai masuk bekerja, berangkat dengan mimpi akan mulai meniti jenjang karir yang lebih baik. Ada juga yang berangkat ke kantor dengan mimpi untuk mengekspresikan apa yang menjadi rencana-rencananya selama ini. Begitulah mimpi, harapan dan motivasi orang berbeda-beda ketika mereka pergi untuk bekerja.

Setiap sore saat mereka pulang dari kantor, tentulah ada yang mencapai mimpinya ada yang tidak. Itulah pentingnya bekerja dilandasi dengan cinta akan pekerjaan, kalau tidak maka seharian akan menjadi hari yang sangat melelahkan, namun saat bekerja dilandasi dengan cinta akan pekerjaan setiap selesai bekerja dihasilkan pengalaman yang menggembirakan (happiness) bahkan pengalaman yang lebih besar lagi adalah kepuasan batin (fulfillment).

Seorang manajer pabrik, akan gembira (happiness) bila produk yang dihasilkan mencapai target kualitas dan kuantitas yang ditetapkan pada minggu atau bulan itu. Gembira akan terwujud pada seorang petani yang berhasil menuai sawahnya. Seorang nelayan akan bersorak senang saat tangkapan yang dihasilkan adalah ikan-ikan yang ramai dicari orang. Dan banyak lagi kegembiraan yang lain, dari pegawai Bank, trainer, dosen, guru, kontraktor, pengusaha dan banyak lagi semuanya mempunyai kegembiraan tersendiri dari pekerjaan yang mereka lakukan.

Sekarang bagaimana dengan fulfillment? Kepuasan batin dalam bekerja membuat orang bekerja dengan tekun dan bertahan lama, dan hal ini sering tidak disadari orang yang memegang pekerjaan itu sendiri. Seorang petani yang bekerja sejak pagi buta hingga sore hari, mungkin merasakan kepuasan batin saat melihat orang senang makan nasi dari beras yang dihasilkannya, atau nelayan senang dengan ikan yang dimakan anaknya yang bertumbuh besar. Bagaimana masyarakat menggunakan lampu hasil buatan pabrik lampu, bisa jadi merupakan kepuasan batin seorang manajer pabrik lampu. Kepuasan batin ini jauh lebih tinggi dari happiness, dan setiap orang perlu menemukan apa yang menjadi dasar, alasan sehingga dirinya mengalami fulfillment setiap hari dalam menjalankan pekerjaan sehari-hari.

Seorang pemimpin dimanapun dia berada dalam organisasi akan mempunyai team yang penuh dengan passion, loyal bila berhasil setiap hari mendampingi, menolong dan membawa setiap anggota teamnya untuk berhasil mencapai fulfillment dalam pekerjaannya. Bisa dibayangkan bagaimana cara bekerja seseorang yang setiap harinya memulai hari dengan harapan akan terpenuhi akan kepuasan batinnya dan sore hari pulang sangat gembira karena menjadi hari penuh dengan fulfillment.

Inspirasi dari seorang pemimpin dibutuhkan untuk bisa membawa fulfillment setiap harinya. Tanpa kesulitan yang besar ketika fulfillment ada maka influence pemimpin akan tercipta, bahkan lebih dari influence, gunung ide dan kreatifitas akan timbul, belum lagi semangat yang pantang menyerah juga menjadi kekuatan team yang telah merasakan kepuasan batin (fulfillment) dalam pekerjaannya sehari-hari.

Penulis Fadjar Ari Dewanto adalah Advisor Lepmida (Lembaga Pengembangan Manajemen dan Investasi Daerah)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*