Pameran Produk Kriya Jatim 2018, Berhasil Tembus Rp 1,554 Miliar

(Berita Daerah – Jawa Timur) Pameran produk Kriya dalam rangka HUT ke-38 Dekranas 2018 yang diselenggarakan Dekranasda Jawa Timur di Surabata 15 -18 Maret secara resmi ditutup. Dari kegiatan tersebut menghasilkan transaksi sebesar Rp 1,554 miliar.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jatim sekaligus Ketua Harian Dekranasda Jawa Timur, M.Ardi Prasetyawan saat penutupan mengatakan, gelar pameran Kriya Batik 2018 yang pertama kali diselenggarakan dan merupakan even yang sangat bagus, karena dalam pameran ini akan bisa dilihat sejauhmana perkembangan produk kriya khususnya di Jawa Timur umumnya di Indonesia.

Di Jawa Timur, produk kriya yang masuk dalam industri kreatif mempunyai kontribusi yang cukup tinggi terhadap pertumbuhan perekonomian Jawa Timur. Pada 2017 industri kriya mempunyai kontribusi Rp 183 triliun dari total jumlah Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Timur sebesar Rp 2.019 triliun. Sedangkan pada 2016 kontribusi industri kriya sebesar Rp 170 triliun atau 9,21 persen terhadap total PDRB sebesar Rp 1.884 triliun.

Hal tersebut menunjukkan bahwa potensi industri kriya yang masuk dalam industri kreatif mempunyai peranan yang cukup besar terhadap pertumbuhan perekonomian Jawa Timur. Oleh sebab itu, industri ini akan terus didorong agar bisa terus berkembang dan menyumbang perekonomian yang lebih tinggi lagi.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, pada 2016 industri kreatif yang memberikan sumbangan besar terhadap pertumbuhan perekonomian adalah industri kuliner sebesar 63 pesen, kemudian industri kriya yang didalamnya ada batik, bordir, aksesoris, sulam 35 persen serta industri fashion sebesar 2 persen.

Dengan diadakan pameran kriya yang pertama dan terbesar pada tahun 2018, akan bisa mengukur kemajuan produk produk kriya dari seluruh Kabupaten Kota yang ada di Jawa Timur serta peserta lainnya dari beberapa daerah di Indonesia. Selama 4 hari pameran, telah dikunjungi oleh 20 ribu pengunjung dari berbagai daerah di Jawa Timur dan Indonesia.

Para pengunjung bisa berkesempatan untuk mendapatkan dan membeli produk produk kriya yang bagus, berkualitas dengan harga yang cukup kompetitif. Dalam pameran ini para pengunjung bisa melihat secara langsung dan mengukur bagaimana perkembangan industri kriya pada tahun 2018 dibanding tahun tahun sebelumnya.

Jawa Timur memang memberikan ikon batik dalam pameran ini karena batik di Jawa Timur terus berkembang dan memberikan inovasi baru yang kualitasnya cukup bagus, sesuai dengan selera mulai dari anak anak, remaja dan dewasa.

Selain batik, Jawa Timur juga mendorong industri lainnya untuk terus berkembang seperti aksesoris, bordir, tenun, dan kerajinan sulam. Kerajinan kerajinan tersebut saat ini telah dipamerkan dan mendapat perhatian yang cukup tinggi dari masyarakat. Diharapkan, produksi kriya yang berkembang cukup bagus di Jawa Timur ini bisa mempunyai daya saing baik ditingkat lokal maupun global. “Produk kriya batik Jawa Timur yang cukup bagus akan bisa bersaing di pasar luar negeri,” ujar Ardi.

Pada kesempatan tersebut juga diserahkan penghargaan kepada pemenang lomba stand dan produk terbaik dalam Pameran Kriya 2018. Untuk juara satu dimenangkan oleh peserta dari Dekranasda Kota Malang, juara dua Dekranasda Ponorogo dan juara ketiga Dekranasda Banyuwangi.

Panda/Journalist/BD
Editor : Agustinus
Image : jatimprov

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*