Kementerian Pertanian : Program Bekerja Mengentaskan Kemiskinan di Desa

(Berita Daerah – Jawa) Menurut data yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk miskin di Indonesia sudah turun signifikan dari 10,96% (27,73 juta orang) pada Septeber 2014, menjadi 10,12% (26,58 juta orang) di September 2017. Untuk mengentaskan kemiskinan di desa, Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) membuat gebrakan baru dengan mengeluarkan Program Bekerja atau Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera.

Program ini nantinya akan menjangkau 1.000 desa di 100 kabupaten, sehinga angka kemiskinan secara agregat diharapkan mampu ditekan sesuai target pemerintah menjadi satu digit atau di bawah 10 persen pada 2018.

“Sesuai arahan Presiden Jokowi, Program Bedah Kemiskinan ini adalah bagian program padat karya tunai, berbasis pada pertanian. Sektor pertanian harus menjadi ujung tombak untuk menekan angka kemiskinan khususnya di desa, serta mengangkat kesejahteraan petani,” kata Amran, saat mencanangkan Program Bekerja di di Desa Cikencana, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin (23/04).

Dengan skenario optimis, diharapkan lima tahun ke depan program ini dapat menurunkan angka kemiskinan desa menjadi 9,92%. Atau dengan kata lain, pada 2022, 1 juta rumah tangga miskin dapat terentaskan dari kemiskinan dari posisi saat ini 3,6 juta rumah tangga.

Menteri Amran menegaskan program tersebut harus dapat menjadi solusi permanen pengentasan kemiskinan dengan menyasar jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang. “Untuk jangka pendek, tanaman sayuran bisa menjadi solusi karena tiga bulan sudah bisa panen. Untuk jangka menengah kita berikan ayam dan kambing, karena ayam misalnya sudah bisa bertelur di enam bulan. Sementara untuk jangka panjang tanaman keras seperti manga, salak dan lain-lain,” kata Amran.

Setiap rumah tangga miskin akan menerima bantuan 50 ekor ayam, 3 ekor kambing/domba, 5 ekor kelinci beserta kandang dan pakan selama 6 bulan, 2-3 batang bibit mangga/manggis/durian/pisang/pepaya, 2-3 batang bibit kopi/kakao/pala/lada dan 10 batang bibit cabai/bawang merah.

“Secara khusus, Kementan telah melakukan refocusing anggaran-anggaran untuk menyediakan 10 juta ekor ayam. Program Bekerja memanfaatkan pekarangan masyarakat secara intensif untuk pertanian,” ungkap Amran.

Terkait efektivitas distribusi program, Kementan memperhatikan agro-climate, kultur tanaman, serta keunggulan komparatif yang dimiliki oleh setiap daerah. Hal ini bertujuan agar Program Bekerja bisa mewujudkan klaster ekonomi yang fokus sehingga bisa menopang skala industri di daerah. Pada setiap klaster ekonomi dikembangkan usaha hulu (produksi) hingga hilir (pengolahan dan pemasaran).

Sementara itu untuk memastikan program tersebut bisa tepat sasaran, Kementan membentuk tim yang langsung turun ke lapangan untuk penerapannya. Terdapat sejumlah provinsi prioritas sebagai awal yakni Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Banten, Sumsel, Lampung, Kalimantan Selatan dan Sulawesi Selatan.

Selain pemanfaatan lahan untuk pertanian, Kementan melalui Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan mengintensifkan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) dengan memberikan ternak. Dari 60 rumah tangga penerima bantuan, 40 rumah tangga mendapatkan Ayam sebanyak 50 ekor per rumah tangga, sementara 20 rumah tangga lainnya mendapatkan bantuan berupa domba dan kambing.

Dengan program Bekerja ini, Kementan berharap dapat berjalan dengan baik dengan menjalin sinergi berbagai pihak, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta stakeholders terkait. Kementan juga mengajak sejumlah universitas, organisasi kepemudaan, organisasi keagamaan, dan organisasi-organisasi lain yang punya fokus program pemberdayaan pertanian dan pengentasan kemiskinan juga diharapkan bisa berpartisipasi aktif. Sehingga program ini dapat menekan angka kemiskinan di sejumlah daerah.

Yohan/Journalist/BD
Editor : Nanie
Source : Pertanian

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*