Ilustrasi: Kopi Indonesia dipromosikan Menpar dalam Pameran pariwisata di Internationale Tourismus Borse (ITB) Berlin, Jerman, Maret 2018. (Photo: Kemenpar)Internationale Tourismus Borse (ITB) Berlin, Jerman, Maret 2018. (Photo: Kemenpar)

Strategi Video Sosial: Lima Tahap Menciptakannya

Setiap harinya Facebook menayangkan delapan miliar video, sebuah jumlah yang fantastis. Sekarang ini jumlah pengguna YouTube mencapai angka 1 miliar, ini adalah tanda bahwa video mulai mendominasi hampir di semua platform.

Setiap hari ada jutaan video yang bersaing setiap hari untuk menjadi viral. Video mana yang memiliki kesempatan untuk memenangkan perhatian warga di dunia maya? Dimulai dari mendapatkan momen yang unik dan luar biasa melalui kamera, lalu sekarang ini ada fenomena pop culture, juga perlu modal besar untuk punya video yang berkualitas dan bagaimana video kemudian bisa menjadi viral.

Menumbuhkan jumlah penonton kemudian adanya engagement dengan pelanggan melalui video sosial merupakan cara yang dapat dipakai untuk bisnis apa pun. Ada tujuh langkah yang saya susun dan diperlukan untuk menemukan wawasan, menangani video sosial, mulai dari merencanakan dan membuat konten, hingga mendistribusikan video dan mengukur dampaknya terhadap sebuah bisnis.

  1. Putuskan apa yang ingin diraih dari video yang akan diciptakan

Memproduksi video media sosial memerlukan investasi waktu dan uang. Dengan mengetahui apa yang ingin dicapai sejak awal, maka akan membantu mempersempit ide konten, mengukur kesuksesan, dan mendapatkan manfaat dari investasi yang dikeluarkan.

Setiap video yang dibuat harus selaras dengan tujuan bisnis yang menyeluruh, seperti menciptakan brand awareness, customer loyalty, menarik pelanggan untuk ikut kontes yang diselenggarakan perusahaan, atau menghasilkan leads dan tujuan lainnya.

  1. Jadilah kreatif dengan konten video

Kecuali bila video yang diluncurkan mencapai homerun viral dengan salah satu iklan bisnis, orang-orang tidak masuk ke media sosial berharap menemukan iklan sebuah produk atau layanan bisnis. Sebagai gantinya, cobalah membuat video yang mendidik, menghibur, atau menginspirasi orang untuk menarik perhatian.

Menurut Google, pencarian video yang berhubungan dengan “how to” pada You Tube meningkat 70 persen setiap tahunnya dan satu dari tiga orang membeli produk sebagai hasil dari melihat video “how to.” Mengajari audience untuk melakukan sesuatu dan membantu mereka memecahkan masalah melalui video dapat memberikan dampak yang besar pada penghasilan anda. Menciptakan video tutorial, webinars atau konferensi dimana perusahaan terlibat, atau mengupload video interaksi dengan CEO menjawab pertanyaan konsumen di Facebook atau twitter.

Menciptakan video yang menjadi showcase produk terakhir sebuah perusahaan dapat menjadi alat pemasaran yang efektif, tapi menambahkan sisi entertainment dapat membuat perbedaan dari video yang sengaja melihat dengan seribu orang yang melihat karena share dari orang lain.

Orang secara natural akan segera membagikan sesuatu yang menjamah hati mereka. Inspirasi itu datang dari perasaan sedih, frustasi, empati, atau gembira mempunyai potensi untuk dibagikan dan menolong membuat koneksi dengan audience. Menggunakan cerita pelanggan yang ada untuk membuat koneksi ini akan membangun cerita tentang sebuah produk yang akan dengan mudah diidentifikasikan orang.

  1. Dapatkan lebih banyak view dan eksposur untuk video Anda

Ini akan menyenangkan, tetapi hanya membuat video tidak akan menyebabkan penayangan mulai bergulir dilihat ribuan orang. Cara mendistribusikan video di media sosial sama pentingnya dengan jenis video yang dibuat. Berikut adalah beberapa strategi untuk meningkatkan view dan dampak video di media sosial.

Buatlah link untuk video yang sudah dibuat dan disebarkan ke seluruh media sosial. Hal ini akan membuat orang yang mudah menemukan video yang ditayangkan.

  1. Tumbuhkan dan kembangkan komunitas video

Memiliki jumlah view dari video adalah satu hal, namun pertumbuhan subscribers dan followers adalah  hal yang penting juga untuk strategi jangka panjang. Menciptakan komunitas yang loyal sepenting menciptakan konten video yang berkualitas tinggi.

  1. Lacaklah Return On Investment(ROI) dari video

Penting juga adalah melihat hubungan video-video ini dengan kinerja bisnis perusahaan, semakin video disukai oleh pelanggan dan mendatangkan traffic pada prospek bisnis semakin tinggi menghasilkan keuntungan.

 

Penulis Fadjar Ari Dewanto adalah Advisor Lepmida (Lembaga Pengembangan Manajemen dan Investasi Daerah)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*