Kementerian PUPR Serahkan Mesin Pencacah Aspal untuk Digunakan Dalam Perbaikan Jalan di KSPN Toba

(Berita Daerah – Jakarta) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Badan Penelitian dan Pengembangan kembali menyerahkan mesin pencacah limbah plastik.

Penyerahaan dilakukan oleh Kepala Badan Litbang Kementerian PUPR yang diwakili oleh Kepala Puslitbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi Rezeki Peranginangin kepada Bupati Humbang Hasundutan Provinsi Sumatera Utara yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Humbang Hasundutan Tonny Sihombing pada Sabtu (12/5) bertempat di Kantor Bupati Humbang Hasundutan.

Dalam kesempatan yang sama, mesin pencacah plastik diserahkan kepada kelompok masyarakat penggiat lingkungan di Kabupaten Humbang Hasundutan dan Bank Sampah Induk Kota Medan yang diwakili oleh Devi Novita Lubis dari Artha Jaya. Rencananya mesin pencacah akan digunakan untuk memproduksi cacahan sampah plastik kresek sebagai bahan campuran aspal dalam rangka pengelolaan lingkungan di Kawasan Pariwisata Danau Toba.

“Keberadaan mesin ini merupakan bentuk kesungguhan Kementerian PUPR dalam mendukung gerakan penyelamatan lingkungan untuk mengurangi jumlah limbah plastik, khususnya kantong plastik kresek melalui penerapan Teknologi Aspal Plastik sekaligus membuka lapangan pekerjaan untuk mengumpulkan dan mencacah kantong kresek bekas,” ungkap Kepala Badan Litbang PUPR yang diwakili oleh Kepala Pusat litbang Kebijakan dan Penerepan Teknologi, Rezeki Peranginangin.

Kementerian PUPR melalui Ditjen Bina Marga siap menampung dan membeli plastik yang telah tercacah dan dalam kondisi bersih dengan harga berkisar Rp. 3.500,00 / kg. Hal ini mengingat limbah plastik yang akan digunakan dalam campuran aspal harus dalam bentuk cacahan.Untuk mendapatkan hasil cacahan yang sesuai dengan spesifikasi campuran aspal plastik, maka digunakan Mesin P encacah Plastik.

Sebelumnya juga telah diserahkan satu unit mesin pencacah plastik kepada Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, NTT pada akhir 28 April 2018 untuk mendukung KSPN Labuan Bajo dan akan dilanjutkan di KSPN Toraja, KSPN Borobudur, KSPN Bromo, KSPN Tana Toraja, dan KSPN NTB.

“Melalui kegiatan penerapan Teknologi Aspal Plastik di ruas jalan Sipinsur-Bakara oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional II Medan diperkirakan dapat menyerap sampah plastik kantong kresek sebesar 12 ton,” imbuh Rezeki.

Sementara itu Bupati Humbang Hasundutan Dosmar Banjarnahor dalam sambutannya yang dibacakan oleh Sekretaris Daerah Humbang Hasundutan Tonny Sihombing menyampaikan terima kasih mendapat bantuan mesin pencacah plastik yang akan dimanfaatkan untuk mengolah limbah plastik kresek menjadi bahan campuran aspal untuk pembangunan jalan lingkar Danau Toba.

Selain itu diharapkan permasalahan sampah plastik akan berkurang dan juga akan meningkatkan perekonomian masyarakat terutama penggiat lingkungan (kelompok masyarakat).

Saat ini penanganan sampah di Kabupaten Humbang Hasundutan masih dengan ola lama yakni kumpul, angkut dan buang, belum terfokus pada pengolahan dan pembatasan timbulan sampah. Mesin Pencacah Plastik diharapkan dapat bermanfaat dan tepat guna bagi pengurangan sampah plastik sekaligus menjadi awal perubahan paradigma pengelolaan sampah di Kabupaten Humbang Hasundutan.

Panda/Journalist/BD
Editor : Agustinus
Image : PUPR

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*