Ilustrasi: Sapi ras baru, yaitu Belgian Blue (BB) di Indonesia. (Photo: Kominfo)

Dinas Pertanian Kota Malang Genjot Populasi Sapi

(Beritadaerah – Jatim) Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Malang terus menggalakkan berbagai program guna mempertahankan dan meningkatkan populasi sapi. Langkah strategis ini diambil sebagai siasat menghadapi jumlah lahan pertanian dan peternakan yang semakin sempit, maka inovasi untuk mempertahankan populasi sapi demi kebutuhan masyarakat Kota Malang.

Salah satu upaya yang terus digalakkan adalah, menjalankan program nasional dari Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jendral Peternakan, yakni menggenjot program “Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab)” yang sudah di-launching pada 6 April 2018. Program ini meliputi kegiatan Inseminasi Buatan (IB), Pemeriksaan Kebuntingan (PKB), Pencatatan Kelahiran dan Gangguan Reproduksi (Gangrep).

“Ketua pelaksanaan kegiatan adalah drh. Anton Pramujiono selaku Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, dibantu 11 orang anggota Tim Upsus Siwab dari seluruh Seksi di Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Malang,” kata Sri Winarni, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Malang, Senin (04/06/2018).

Berdasarkan data Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, saat ini populasi sapi di Kota Malang berjumlah 800 ekor sapi betina yang meliputi sapi potong maupun sapi perah. Karenanya, program Upsus Siwab yang sudah berjalan mulai tahun 2017 ini diharapkan mampu meningkatkan jumlah populasi sapi atau minimal mempertahankannya. “Kami berharap minimal jumlah populasi sapi di Kota Malang ini bisa dipertahankan,” tukasnya.

Sri Winarni menjelaskan, program Upsus Siwab dengan memberikan pelayanan gratis untuk kegiatan Inseminasi Buatan ditujukan untuk Penanggulangan Gangguan Reproduksi, yaitu penanganan gangguan reproduksi bagi sapi betina yang mengalami kesulitan untuk bunting meskipun sudah diinseminasi Buatan (IB) atau dikawinkan secara alami. Sedangkan Pemeriksaan Kebuntingan (PKB) adalah pemeriksaan bagi sapi betina telah diinseminasi Buatan (Kawin Suntik) untuk mengetahui apakah sapi sudah bunting atau belum.

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Malang menargetkan program Upsus Siwab Tahun 2018 ini yakni Inseminasi Buatan (IB) kepada 500 ekor sapi, Pemeriksaan Kebuntingan (PKB) sebanyak 200 ekor sapi, Pencatatan Kelahiran 100 ekor sapi dan Penanggulangan Gangguan Reproduksi (Gangrep) sebanyak 100 ekor sapi.

“Harapan dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Malang meskipun dari tahun ke tahun lahan pertanian peternakan semakin sempit, tetapi dengan melihat antusiasme peternak di Kota Malang masih semangat untuk beternak. Terutama ternak sapi, maka sudah sewajarnya kita ikut semangat membangun dunia peternakan melalui program Upsus Siwab,” tutup Sri Winarni.

 

Nanie/Journalist/BD
Editor : Nanie
Source: Kominfo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*