Bandara “Apung” Ahmad Yani, 9 Kali Lebih Besar Dari Bandara Sebelumnya

(Berita Daerah – Semarang) Presiden resmikan terminal baru Bandar Udara (Bandara) Internasional “Apung” Ahmad Yani di Semarang. Provinsi Jawa Tengah, Kamis (7/6).

Terminal baru Bandara Internasional Ahmad Yani adalah salah satu pembenahan dari gerbang langit di Jawa Tengah. Bandara yang awalnya merupakan Pangkalan Udara TNI dan terus berkembang menjadi bandara penerbangan domestik dan kemudian internasional, terang Presiden.

Bangunan terminal baru ini memiliki luas area 58.652 meter persegi atau hampir sembilan kali lebih besar dibanding luasan terminal bandara lama yang hanya 6.708 meter persegi. Hal ini juga akan meningkatkan kapasitas penumpang.

Bandara yang dulu kapasitasnya 800.000 orang per tahun, sekarang berkapasitas 6,5 juta penumpang per tahun, hampir 8 kali lipat. Selain penambahan jumlah penumpang, bandara baru ini juga akan meningkatkan pelayanan kargo. Jika sebelumnya hanya 10.000 ton per tahun, maka sekarang akan menjadi 16.000 ton per tahun.

Presiden sampaikan bahwa ini kesempatan bisnis kargo ke luar negeri menjadi sangat terbuka, selain itu, dalam terminal baru tersebut juga dilengkapi tiga unit garbarata serta 30 unit counter check in untuk mempercepat pelayanan kepada penumpang maskapai. Sedangkan untuk luasan apron terminal baru mencapai 72.522 meter persegi sehingga mampu menampung 12 pesawat berbadan ramping (narrow body) atau konfigurasi sepuluh pesawat narrow body dan dua pesawat berbadan lebar (wide body) kargo.

Terminal baru Bandara Ahmad Yani ini dibangun di atas rawa-rawa, sehingga tampak seolah terapung. Meskipun dibangun di atas rawa, bandara ini juga tetap menjaga ekosistem yang ada karena memiliki konsep eco green atau ramah lingkungan.

Keberadaan Bandara Ahmad Yani pada lingkungan rawa, lingkungan bakau ini, penanaman tanaman bakau dan mangrove itu di kanan kiri bandara ini lebih digalakkan lagi sehingga suasananya menjadi betul-betul bandara ramah lingkungan, ungkap Presiden.

Selain ramah lingkungan, secara arsitektur bandara ini juga bagus dan arus lalu lintasnya juga enak keluar masuknya.

Presiden mengatakan fasilitas-fasilitas umum yang dibuat akan memanjakan penumpang, melayani penumpang, dan memberikan kenyamanan kepada penumpang. Presiden pun berpesan agar masyarakat bisa menjaga bandara ini.

Dikarenakan fisik dan pengelolaannya menggunakan konsep ramah lingkungan,eco green, presiden harapkan pengelola, para penumpang, khususnya masyarakat Jawa Tengah, masyarakat Semarang agar dapat menjaga terminal baru Bandara Ahmad Yani bersama-sama.

Panda/Journalist/BD
Editor : Agustinus
Image : Rully-Vibizmedia

About Daniel Sumbayak

Graduated from Universitas Bina Nusantara, majoring from Information Technology, Daniel is well-versed in all aspects of the ever-changing information technology world. Furthermore, he also has finished his Master of Management program, from Bina Nusantara Business School. Daniel is now well on his way for a doctorate program, in General Management. In his 5 years of experience in information technology, Daniel has excellent knowledge on information technology’s application in banking, financial institution, large companies, and also manufacturing companies, especially on low-latency communication, application and network security middleware messaging system, database management and planning, high-frequency computation, data mining, and search engine optimization. His intimate knowledge on financial institutions and information technology also carries him to be the Head of Vibiz Research Center, a prestigious research center that supports the Vibiz Media Group. Daniel is now acting as Director of Vibiz Group and CEO Vibiz Consulting Group which primarily engages to provide information technology solutions for financial institutions and private institutions.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.