Produktivitas, Upaya Menghadapi Tantangan dan Ancaman Bangsa

(Berita Daerah – Jakarta) Dalam kuliah umum angkatan ke-2 pendidikan akademi bela negara Partai Nasional Demokrat (NasDem), Senin (16/7), Presiden Joko Widodo mengingatkan bahwa Indonesia sebagai bangsa yang besar, memiliki tantangan dan ancaman yang juga besar yang harus bisa dihadapi oleh bangsa.

Menurutnya terdapat perbedaan- perbedaan juga tantangan serta ancaman yang besar.

Saat ini dan kedepannya Indonesia menghadapi berbagai ancaman, baik itu ancaman dari dalam maupun ancaman yang datang dari luar. Ancaman dari dalam datang dari adanya pemikiran radikal, intoleransi, terorisme, korupsi, kemiskinan, hingga jurang kesenjangan.

Baginya, radikalisme itu tantangan terbesar yang dihadapi oleh Indonesia. Intoleransi, terorisme juga tantangan besar kita ke depan serta korupsi, kemiskinan dan kesenjangan.

Sedangkan, ancaman dari luar datang dari adanya perang dagang negara-negara besar seperti Amerika dan Tiongkok, termasuk percepatan revolusi industri negara-negara maju.

Dari luar, perang dagang bisa menjadi ancaman kita, perang dagang Amerika dan Cina, revolusi industri, ini juga tantangan jika kita tidak bisa mengikuti. Inilah yang semuanya harus kita sadari, ungkap Jokowi.

Untuk itu, pentingnya sejumlah upaya untuk menghadapi berbagai tantangan dan ancaman terhadap bangsa tersebut, diantaranya adalah produktivitas masyarakat, etos kerja dan disiplin nasional.

Produktivitas penting sekali. Semua manusia yang ada di negara kita harus produktif, harus menghasilkan, sehingga semua rakyat kita semuanya memiliki sebuah etos kerja yang baik, memiliki semangat juang hidup yang tinggi, tidak gampang menyerah, tidak gampang putus asa, menghadapi cobaan tidak ragu, jangan sampai kita gampang pesimis, gampang ragu, gampang takut menghadapi tantangan ujian, tegas Jokowi.

Jika seluruh komponen bangsa mampu memperbaiki sejumlah masalah tersebut diyakini bangsa Indonesia akan mampu mengejar ketertinggalan dari negara-negara lain. Namun, jika tidak maka bangsa Indonesia akan menjadi bangsa yang monoton dan tidak tertutup kemungkinan akan disusul negara dunia ketiga lainnya seperti Laos, Kamboja, dan lain-lain.

Melihat arah pembangunan dan target yang sudah jelas, seluruh masyarakat harus bersama-sama harus melakukan reformasi yang terencana, melakukan perubahan secara radikal, melalui strategi sistem sosial dari level atas sampai level bawah.

Panda/Journalist/BD
Editor : Agustinus
Image : Rully|Vibizmedia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*