Suasana pasar sayur Cibodas (20/1).(Photo: Nanie/ Beritadaerah.co.id)

Kementan Dukung Produksi Pangan Lokal Jadi Sumber Energi

(Beritadaerah – Nasional) Kementerian Pertanian (Kementan) terus berupaya mendorong dan mengoptimalkan produksi dan penggunaan kekayaan pangan lokal dalam negeri sebagai sumber energi untuk meningkatkan stamina tubuh demi kesehatan warga masyarakat Indonesia.

Direktur Jenderal Hortikultura Kementan Suwandi menjelaskan, keuntungan geografis wilayah Indonesia yang berada di wilayah tropis, merupakan keunggulan alam yang patut disyukuri.

“Secara biogeografi, bentang alam Indonesia memiliki kawasan yang terdiri dari biogeografi flora dan fauna dengan ciri Asia dan Australia. Hal itu membuat keanekaragaman hayati di Indonesia sangat tinggi,” katanya dalam keterangan di Jakarta, Senin (13/8).

Dalam rangka upaya tersebut Kementan menggelar pelatihan menggunakan pangan lokal bersama Dinas Pertanian, tentang cara memanfaatkan pangan lokal sebagai sumber energi atau stamina tubuh, seperti kedelai dan kopi.

Menurutnya, dengan mengonsumsi pangan lokal (susu kedelai soya, kopi tertentu), prosesnya langsung berdampak pada stamina tubuh. “Ini kegiatan belajar dan napak tilas jejak nenek moyang dalam berbagai aktivitas, salah satunya memproduksi pangan lokal sebagai sumber energi tubuh,” jelasnya.

Dia melanjutkan, bukti pemanfaatan pangan lokal seperti kopi, kedelai, kentang, dan lainnya terbukti berdampak pada stamina. “Karena itu pemanfaatan pangan lokal yang baik perlu didorong,” tambahnya.

Sementara itu, praktisi kesehatan, dr. Hanson menjelaskan pangan lokal dapat meningkatkan stamina tubuh, seperti yang dilakukan nenek moyang (sejak zaman dahulu) serta menampilkan keindahan dari dalam jiwa/tubuh (innerbeauty).

Hanson melanjutkan, kekayaan tanaman pangan Indonesia seperti sayuran dan buah serta hasil perkebunannya tidak hanya beragam, tetapi juga memiliki kualitas tersendiri yang mampu bersaing di mancanegara.

“Secara tidak langsung, ternyata ada korelasi antara kualitas tanaman dengan kondisi psikolgis masyarakat sekitar,” jelasnya.

Lebih lanjut, menurutnya secara ilmiah tubuh memiliki kecerdasan untuk mengenal makanan yang baik. Mengonsumsi makanan yang baik juga perlu ditunjang dengan olah dan sikap tubuh yang baik, atau dikenal dengan langkah Hanara. Perkebunan tanaman pangan ini sekaligus akan berdampak pada minat wisatawan.(em)

Nanie/Journalist/BD
Editor : Nanie
Source: Kominfo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*