Buka Rakornas ATR/BPN, Menko Perekonomian Tegaskan Reforma Agraria Bukan Sekedar Bagi-bagi Lahan

(Beritadaerah – Nasional) Reforma Agraria merupakan salah satu langkah konkret yang dilakukan pemerintah untuk mendukung Kebijakan Pemerataan Ekonomi (KPE), khususnya yang berpilar pada lahan. Program ini didesain agar dapat berkontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional, khususnya terhadap penurunan Angka Kemiskinan, Rasio Gini dan Tingkat Pengangguran.

“Program reforma agraria ini bukan hanya sekedar bagi-bagi tanah. Kita tidak hanya memberikan hak milik atas lahan kepada petani tetapi juga sekaligus memberikan akses permodalan, pasar, serta keterampilan yang diperlukan,”tutur Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution dalam Rapat Koordinasi Nasional Gugus Tugas Reforma Agraria yang bertajuk “Satukan Gerak untuk Percepatan Reforma Agraria”, Rabu (31/8), di Jakarta.

Selain itu, untuk meningkatkan skala ekonomi, pemanfaatan Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) dilaksananakan melalui sistem klaster.

“Dengan sistem klaster ini, lahan dikelola secara berkelompok dengan satu jenis komoditas unggulan tertentu, misalnya cabai atau jagung, sehingga usaha tani tersebut memiliki daya saing dan mencapai skala ekonomi, serta produktivitas yang cukup,” kata Darmin.

Lebih lanjut Darmin menjelaskan, salah satu instrument penting dalam penyediaan TORA melalui Penyelesaian Penguasaan Tanah dalam Kawasan Hutan (PPTKH).

“Melalui PPTKH ini, kita akan mengamankan kawasan konservasi secara utuh. Namun kita juga akan lakukan perubahan batas kawasan,jika memang lahan tersebut tidak lagi merupakan hutan produktif dan layak untuk digarap petani, dan kita akan jadikan lahan tersebut menjadi Tanah Obyek Reforma Agraria,”tutur Darmin.

Sebagai informasi, TORA dapat bersumber dari tanah ex-Hak Guna Usaha (ex-HGU), PPTKH dan pelepasan kawasan hutan. Selain itu, mulai tahun 2017 telah dilakukan peremajaan kebun sawit rakyat seluas 9 ribu Ha di Sumatera Selatan, Riau dan Sumatera Utara.

Diakhir sambutannya Darmin berpesan, pentingnya membangun komitmen dan kerjasama lintas Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah, Pelaku Usaha, dan Kelompok Masyarakat Sipil dalam pelaksanaan Reforma Agraria.

“Kita juga menyadari masih banyak tantangan dan kendala di lapangan yang harus diselesaikan dan tentu saja memerlukan koordinasi dan kerja sama semua pemangku kepentingan,”tegas Darmin.

Turut hadir dalam Rakornas ini, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofjan Djalil, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, perwakilan Kementerian/Lembaga (K/L) terkait, serta perwakilan Kepala Daerah dari 34 Provinsi di Indonesia.

Agustinus/Journalist/BD
Editor : Panda
Source : ekon

About Daniel Sumbayak

Graduated from Universitas Bina Nusantara, majoring from Information Technology, Daniel is well-versed in all aspects of the ever-changing information technology world. Furthermore, he also has finished his Master of Management program, from Bina Nusantara Business School. Daniel is now well on his way for a doctorate program, in General Management. In his 5 years of experience in information technology, Daniel has excellent knowledge on information technology’s application in banking, financial institution, large companies, and also manufacturing companies, especially on low-latency communication, application and network security middleware messaging system, database management and planning, high-frequency computation, data mining, and search engine optimization. His intimate knowledge on financial institutions and information technology also carries him to be the Head of Vibiz Research Center, a prestigious research center that supports the Vibiz Media Group. Daniel is now acting as Director of Vibiz Group and CEO Vibiz Consulting Group which primarily engages to provide information technology solutions for financial institutions and private institutions.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.