Pemkab Banyuwangi Pasarkan Destinasi Wisata di Benua Eropa

(Beritadaerah – Banyuwangi) Pariwisata di Kabupaten Banyuwangi belakangan ini sedang trending dikalangan wisatawan domestik dan turis asing, terutama wisata alam Banyuwangi yang sangat indah. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi melihat peluang yang besar untuk menggarap pasar wisatawan mancanegara (wisman) di Benua Eropa.

Pemkab Banyuwangi bakal mempromosikan destinasi wisatanya hingga ke Belgia untuk mengincar wisatawan dari Benua Eropa. Kementerian Luar Negeri melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Brussels, Belgia, telah mendatangi Banyuwangi untuk membicarakan upaya pemasaran wisata tersebut.

“Kami banyak mendengar tentang pariwisata Banyuwangi dengan aneka festivalnya. Saya melihat hal ini sebagai potensi yang layak untuk ditawarkan di Belgia pada khususnya, dan Eropa pada umumnya,” ungkap Atase Perdagangan KBRI Brussels Meri Astrid Indriasari usai bertemu Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas yang dikutip laman Banyuwangikab.go.id, Senin (5/11).

Banyuwangi yang mengedepankan nilai-nilai lokalitas budaya dan keindahan panorama alamnya bakal menjadi daya tarik bagi wisatawan Eropa. Sedangkan Atase Pertanian KBRI Brussels, Wahidah Maghriby menyampaikan umumnya wisman dari Eropa menyukai seni-budaya dan keindahan alam. Banyuwangi menyajikan semua itu, termasuk ada pesona agrowisatanya. Setidaknya ada dua hal yang dibidik KBRI Brussels, yaitu Tari Gandrung dan Kawah Ijen, untuk dipasarkan di Eropa.

“Brussels menjadi tempat pemasaran yang strategis. Kota ini menjadi pusat Uni Eropa. Sehingga menjadi jujukan negara-negara di Eropa. Ditunjang pula produk domestik bruto Belgia sangat tinggi, ekonomi warganya sangat baik sehingga sangat prospek untuk dibidik,” tegasnya.

Wahidah mengatakan, KBRI Brussels menjalin sinergi yang erat dengan pengelola Pairi Daiza, sebuah destinasi unggulan di Belgia yang saban tahun dikunjungi sedikitnya 1 juta orang. Selain itu, di Belgia juga rutin digelar Festival d’Indonesia. Banyuwangi menjadi bidikan destinasi untuk dipromosikan di sana.

KBRI Brussels juga memiliki House of Indonesia, etalase permanen produk-produk Indonesia, termasuk nantinya produk unggulan Banyuwangi, seperti cokelat, kopi, pertanian organik, dan perikanan.

Sementara itu Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menyambut gembira upaya pemasaran pariwisata daerahnya ke Eropa. Sebelumnya, dengan difasilitasi Kemenlu dan Kementerian Pariwisata, Banyuwangi juga dipromosikan ke Amerika Serikat, Inggris, sampai Rusia saat Piala Dunia 2018 berlangsung.

“Eropa memang pasar yang bagus. Selama ini, dari sekitar 100.000 wisatawan asing yang ke Banyuwangi, lebih dari separuhnya ke Kawah Ijen, dan itu didominasi turis Eropa terutama Perancis,” ujar Anas.

Bupati Anas mengatakan bahwa wisatawan Eropa punya keunggulan tersendiri dan menargetkan 5 persen atau 87.000 turis dari 1,75 juta turis Eropa yang datang ke Indonesia pada tahun 2017 berkunjung ke Banyuwangi.

Berdasarkan riset Kemenpar dan data BPS,  turis Eropa yang melancong ke Indonesia mencapai sekitar 1,75 juta pada tahun 2017. Untuk rata-rata turis Eropa mengeluarkan uang mencapai US$1.538 (sekitar Rp23 juta) per wisatawan per kunjungan, melampaui wisatawan Tiongkok yang hanya US$1.019 (sekitar Rp15 juta) per wisatawan per kunjungan.

Yohan/Journalist/BD
Editor : Nanie
Image : Banyuwangikab

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*