Optimis 2045, Ridwan Kamil: Jaga Ekonomi, Jangan Bertengkar

(Beritadaerah – Nasional) Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memberikan Kuliah Umum di Kampus Universitas Swadaya Gunung Jati (UNSWAGATI), di Kampus UNSWAGATI Jl. Pemuda No. 32 Cirebon, Rabu (14/11/18).

Emil, panggilan akrabnya mengatakan, bahwa masyarakat Indonesia membutuhkan suatu ekosistem yang bisa meningkatkan taraf hidup. Maka Kampus, harus bisa menjadi pusat keunggulan segala prestasi dan segala inovasi, “Center of Excellent and Inovation”.

Kampus, kata Emil harus menyiapkan optimisme masa depan. Karena potensi untuk dimanfaatkan tersebar luas, kesempatan juga terbuka, banyak celah. Kemajuan ada di depan mata, asalkan mau kerja keras, pantang menyerah, dan optimis.

“Kalau mau soleh gaullah dengan orang soleh, kalau mau pintar, gaul dengan orang pintar, nanti kebawa pintar. Mau kreatif gaullah dengan orang kreatif, mau optimis, bergaullah dengan saya,” kata Emil.

Tahun 2045, sebut Emil, adalah satu abad Indonesia merdeka dari penjajahan. Dimana pada tahun tersebut, Indonesia diprediksikan mencapai puncak kejayaannya. Pun di tahun itu juga, ada tiga syarat yang harus dipertahankan pemuda Indonesia dari sekarang, supaya Indonesia jadi salah satu dari tiga negara maju di dunia.

Syarat pertama, sebut Emil, laju ekonomi harus bertahan seperti hari ini, yaitu di angka 5 persen. Ciri lima persen menurutnya, yaitu orang Indonesia mampu belanja ke mall minimal dua minggu sekali, dan umroh dua tahun sekali.

“Gubernur bertugas menjaga infrastruktur, perijinan, dan segala rupa sehingga mampu bertahan di 5 persen,” ujarnya.

Untuk masyarakat, Emil menginstruksikan supaya memperbanyak belanja produk lokal, agar transaksi yang dilakukan tidak tergantung banyak terhadap nilai dolar Amerika. Dalam transaksi, harus diperbanyak unsur rupiahnya.

Syarat kedua, lanjut Emil, jangan bertengkar, apalagi kalau hanya gara- gara beda pilihan dalam politik.

“Silahkan beda pilihan, tapi jangan sampai mengejek di media sosial. Kalau kita tidak bisa menjaga sosial demokrasi, mimpi 2045 itu mustahil,” ucapnya.

“Siapa yang tidak menjaga kondusifitas, akan berhadapan dengan Gubernur Jawa Barat,” tambah Emil.

Ketiga, tak boleh ketinggalan, generasi penerus harus kompetitif. Karena seorang pemuda Indonesia harus menguasai “hardskill” dan “softskill” sekaligus.

“Tambah pengetahuan, keahlian, skill bahasa, harus ngerti digital,” tegas Emil.

Pemuda, khususnya mahasiswa di dunia kampus, wajib berinovasi. Para pemikir harus membuat terobosan yang dapat mempermudah kegiatan masyarakat sehari-hari.

Meraih target 2045, ada empat tantangannya, ujar Emil. Pertama, dunia semakin kompetitif, maka pemuda Indonesia harus jadi agen kemajuan yang kompeten dan responsif, sekaligus adaptif menghadapi zaman.

Kedua, dunia semakin ekstrim, makin banyak ancaman, dan banyak orang aneh-aneh dengan paham dan golongan yang juga berprinsip tak lazim. Maka Jawa Barat meluncurkan tagline “lahir batin”.

“Jangan sampai ada orang pintar tapi jahat. Cerdas tapi korup, tapi cuek dan seterusnya,” kata Emil.

“Jadi kalau kita hanya membangun fisik, tidaklah cukup karena manusia punya batin. Kita harus menjaga kewarasan dan kesantunan,” tambahnya.

Maka kata Emil, pemuda Indonesia harus memiliki fisik yang sehat, otak yang cerdas, dan punya hati yang berakhlak.

Ketiga, lanjut Emil, dunia makin berbahaya, maka generasi bangsa wajib menjaga persatuan. Dalam sejarah hidup, pada saat persatuan tidak bisa dijaga, maka yang terjadi adalah negara pecah dengan ego masing-masing golongan yang tak bisa bersatu.

Keempat, dunia makin terkoneksi, tidak ada yang tidak terkoneksi hari ini. Maka Emil pun mencanangkan Jawa Barat menjadi Provinsi digital di Indonesia.

“Silahkan pihak kampus kaji aspek kehidupan apa saja yang bisa didigitalkan,” timpal Emil.

Intinya, ujar Emil, harus bangga menjadi orang Indonesia. Karena Indonesia adalah negeri paling optimis. Sehingga menuju tahun 2045 Indonesia akan menjadi “champion”, juara “lahir dan batin”.

“Intinya, jaga ekonomi, jangan bertengkar,” katanya.

Agustinus/Journalist/BD
Editor : Panda
Source : jabarprov

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*