Menpar Arief Yahya Bawa Tiga Program dalam Pameran FITUR Madrid 2019

(Beritadaerah – Nasional) Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pariwisata (Kemenpar) gencar melakukan promosi dengan mengikuti pameran industri pariwisata internasional diberbagai negara. Salah satu pameran yang diikuti oleh Kemenpar adalah Feria Internacional de Turismo (FITUR) Madrid, Spanyol, yang berlangsung dari tanggal 23-27 Januari 2019. Dalam pameran ini, hadir Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya bersama dengan rombongan.

“Tiga program yakni wisata dunia dan Mobile Positioning Data (MPD), Sustainable Tourism Program (STD-STO-STC) dan Homestay-Desa Wisata.  Program Pertama, menduniakan MPD yang diyakini sebagai cara terbaru menghitung jumlah wisatawan mancanegara dengan teknologi digital. Karena dikerjakan dengan teknologi, maka MPD bekerja 24 jam sehari, 7 hari seminggu, 30-31 hari sebulan, 12 bulan setahun non stop. Jauh lebih up to date, dari pada survei atau bahkan sensus,” kata Menpar Arief Yahya dalam siaran pers yang diterima oleh Beritadaerah.co.id, Rabu (23/1).

MPD, Kata Menpar Arief, prinsipnya adalah pergerakan mobile cellular sama dengan pergerakan orang. Setiap ponsel, punya identitas, yang kerap dinamai Internet Protocol (IP), selain nomor teleponnya. Signal ponsel akan ditangkap oleh BTS atau mobile antena meskipun tidak melakukan pembicaraan ataupun mengirim teks.

Sedangkan yang kedua adalah soal komitmen Indonesia dalam mengembangkan konsep Sustainable Tourism Development (STD), Sustainable Tourism Observatory (STO), dan menuju Sustainable Tourism Certification (STC). Selama tiga tahun terakhir, Kemenpar cukup getol membangun konsep pengembangan Pariwisata berkelanjutan itu, jelas Arief.

Pihak Kementerian Pariwisata telah berkomitmen untuk mengembangkan STD, sejak 2016, melalui SK Menpar nomor 14/2016. Lalu membangun 5 model STO, yang menjadi bagian dari UNWTO. Indonesia merupakan negara kedua se Asia Pasifik, setelah Tiongkok yang membangun STO.

Ke-5 STO yang masuk dalam network INSTO itu adalah: Pangandaran (bersama ITB Bandung), Sleman Jogjakarta (dengan UGM), Sasaot Lombok (dengan Universitas Mataram), Samosir (dengan Universitas Sumatera Utara), dan Sanur Bali (dengan Universitas Udayana).

Program berikutnya yang ketiga, kata Menpar adalah program homestay-desa wisata. Ada 17.508 pulau dan 75.000 desa di Indonesia. Kemenpar bersama Kemendes menargetkan 2000 desa wisata di Tahun 2019 dimana tahun 2018, baru 1.734 desa. Tahun 2019 ini mentargetkan 10.000 homestay di 10 destinasi prioritas. Selama 2017-2018, sudah menyentuh di 2.938 homestay. Diantaranya, mengubah menjadi homestay 2640 unit, merenovasi 203 unit, dan membangun baru 95 unit.

Sekilas informasi bahwa FITUR Madrid 2019 merupakan pameran industri pariwisata terbesar ketiga dunia, setelah ITB Berlin dan WTM London. Tentu, selain ordinary program yang disampaikan dalam pameran dan Kemenpar juga melakukan hal ini di setiap travel mart, yakni membawa industri untuk sales mission, table talk, business matching di Pavilion Wonderful Indonesia.

Source : Kemenpar

About Fu Handi

Fu Handi is a Partner of Management and Technology Services at Vibiz Consulting and Editor of beritadaerah.co.id. He is also working as trainer and consultant at LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*