Digitalisasi Layanan Bus Bandara Soetta (Photo: Dok. Kominfo)

Bandara Soekarno-Hatta Terapkan Digitalisasi Layanan Bus

(Beritadaerah – DKI) Memasuki era digital, fasilitas-fasilitas layanan publik harus menyesuaikan diri. Hal ini dilakukan oleh manajemen Bandara Internasional Soekarno – Hatta. Layanan bus bandara mulai menerapkan konsep digital, yang membuat proses keberangkatan penumpang bus menjadi seperti halnya keberangkatan penumpang kereta bandara. Layanan terbaru ini sudah tersedia di shelter bus Terminal 2, dan akan menyusul dalam waktu dekat diimplementasikan di Terminal 1 dan Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno – Hatta.

Dengan penggunaan program digitalisasi ini, setiap penumpang pesawat yang tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan ingin melanjutkan perjalanan darat ke tujuan akhir, bisa langsung memilih tiket bus sesuai tujuan di vending machine.  Kemudian penumpang bisa membayar tiket di masing-masing konter operator bus, lalu naik bus melalui autogate. Kedepannya, digitalisasi pelayanan bus ini akan diintegrasikan ke mobile application platform Indonesia Airports App.

Di shelter bus kini juga terdapat Passenger Information Display System (PIDS) yang mencantumkan secara lengkap jadwal keberangkatan bus setiap rute.

“Digitalisasi layanan bus memudahkan penumpang mencapai tujuan akhir di Jabodetabek, dan mendapat kepastian jadwal keberangkatan bus,” ujar Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin, Kamis (24/1).

Program Transformasi Digital ini bagian dari Transformasi Infrastruktur dan Sistem Operasi yang merupakan salah satu dari tiga program transformasi korporasi. Sesuai dengan tema korporasi tahun ini yaitu Go Global, perseroan juga sedang berusaha mendorong segmen millenial dengan program Millenial Travel Experience.

Salah satu tujuan dibuatnya layanan baru ini adalah transformasi digital Angkasa Pura II guna menghadirkan Millenial Travel Experience di seluruh bandara, termasuk Soekarno-Hatta. Digitalisasi layanan ini juga membuat operasional bus semakin terdata dan terpantau sehingga meningkatkan efisiensi operator bus.

Setiap bus yang akan keluar dari pengendapan dan masuk ke shelter di terminal diharuskan melakukan update perjalanan dengan kartu RFID. Saat ini terdapat tujuh operator bus yang beroperasi di Bandara Soekarno-Hatta, yaitu Damri, Sinar Jaya, Primajasa, Hiba Utama, AGRA Mas, PPD dan Big Bird.

Adapun total bus yang dioperasikan dari seluruh operator itu sebanyak 412 unit, dengan rute ke sejumlah lokasi di Jabodetabek, dan pergerakan pelanggan sekitar 96 ribu per harinya yang menggunakan bus, atau sekitar 35 juta pelanggan per tahunnya dari dan ke Bandara Soekarno-Hatta.

Emy T/Journalist/BD
Editor : Agustinus Purba

About Emy Trimahanani

Head of LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute), Partner in Management and Technology Division of Vibiz Consulting and Editor of Vibiz Media Network.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*