Bertemu Kawanan Bekantan di Hutan Mangrove Tarakan, Kalimantan Utara

Bila berkunjung ke Tarakan, Kalimantan Utara, jangan lupa untuk menyempatkan waktu berkunjung ke Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan (KKMB) Tarakan. Lokasinya berada di pusat kota, tepatnya berada di Jalan Gajah Mada, dan dekat juga dengan kompleks Pasar Gusher yang menjadi sentral bisnis perekonomian Kota Tarakan.

Luas area dari KKMB atau Hutan Mangrove ini sekitar 21 hektare dan telah menjadi tempat penelitian bagi para peneliti, baik dari dalam negeri maupun peneliti luar negeri. Untuk masuk ke area ini pengujung harus membayar tiket masuk yang sangat murah yakni lima ribu rupiah untuk orang dewasa. Anak kecil hanya tiga ribu rupiah dan wisatawan mancanegara membayar lima puluh ribu rupiah per orang.

Di Hutan Mangrove, pengujung dapat melihat langsung keberadaan satwa langka endemik Kalimantan yang dilindungi yakni monyet bekantan yang hidup bebas, bergelantungan, dan meloncat dari pohon ke pohon yang lainnya. Jika beruntung kita dapat melihat kawanan bekantan yang sedang berayun-ayun diatas pohon dan menikmati pisang yang disiapkan oleh petugas pengelola KKMB.

Pengunjung akan berjalan di jembatan kayu selebar satu meter yang terbuat dari kayu guna menjelajah kawasan mangrove ini. Pengunjung juga dapat melihat pemandangan tanaman bakau dan pepohonan nan rindang. Suasana hutan Mangrove ini sangat tenang, kita dapat mendengar suara kicauan burung, serangga, bekatan dan binatang lainnya.

Tempat wisata Hutan Mangrove menjadi salah satu tempat favorit di Tarakan karena sangat sejuk, terawat, dan masih alami. Menariknya, selain menjadi objek wisata, kawasan Hutan Mangrove ini juga menjadi paru-paru Kota Tarakan, serta sebagai pelindung dari abrasi air laut.

Warga Tarakan menamai monyet bekantan sebagai “monyet Belanda” karena hidungnya yang mancung. Bekantan termasuk hewan pemalu dan binatang ini telah menjadi ikon kota Tarakan.

Source : Yohan/BD

About Fu Handi

Fu Handi is a Partner of Management and Technology Services at Vibiz Consulting and Editor of beritadaerah.co.id. He is also working as trainer and consultant at LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.