Alumni PL Tidak Memilih Alumninya Sendiri Tapi Jokowi, Mengapa?

(Beritadaerah-kolom) Alumni Pangudi Luhur (PL), komunitas SMA di Jakarta Selatan yang terdiri dari 50 angkatan (lulusan 1968-2018) merasa tergerak untuk menyalurkan aspirasi politik dengan memberikan dukungan terhadap Joko Widodo dan Kiai Ma’ruf Amin menjadi Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia periode 2019 – 2024.

Mengapa mereka melakukan hal ini? Di hadapan 1.000 Alumni PL yang hadir, Rosan Roeslani menyampaikan kepada Jokowi, bahwa Alumni PL tidak memilih calon presiden yang wakilnya dari Alumni PL, karena mereka memandang kepentingan bangsa yang berjumlah 260 juta, jauh lebih besar harus didahulukan dari pada kepentingan PL sebagai golongan. Bangsa Indonesia memerlukan seorang yang lebih matang dan berpengalaman, Jokowilah menurut Rosan yang paling tepat menjawab kepentingan bangsa Indonesia.

Dalam deklarasi bersama dipertegas apa saja alasan alumni PL memilih Jokowi sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia periode 2019 – 2024. Faktor pertama yang membuat mereka memutuskan adalah, Jokowi menjadi ujung tombak perjuangan bangsa Indonesia untuk menegakkan Bhineka Tunggal Ika dan Pancasila. Alasan selanjutnya adalah Jokowi pemikir strategis dan visioner, mengetahui apa yang harus dikerjakan hari ini bagi negara Indonesia, agar Indonesia semakin maju dan semakin bermutu di masa yang akan datang.

Pandangan Alumni PL kenapa Jokowi pantas meneruskan lima tahun ke depan karena Jokowi menomorsatukan kualitas manusia Indonesia, sehingga manusia Indonesia punya akses dan peluang untuk menjadi lebih cerdas, lebih sehat, lebih berdaya dan lebih kompetitif. Jokowi dipandang alumni PL tokoh yang punya keberanian dan komitment untuk memberantas korupsi dan membuat impian jadi kenyataan dengan: Kerja! Kerja! Kerja! Sehingga banyak proyek yang mangkrak bisa jadi kenyataan.

Yang terutama bagi alumni Jokowi adalah lelaki sejati. Lelaki sejati tidak cengeng, ketika begitu banyak hoax, fitnah dan upaya menjatuhkan pribadinya. Keadaan yang menerpa dirinya itu membuat Jokowi malahan tetap tegar berdiri untuk memberikan solusi bagi bangsa dan negara ini.

Sebagai lambang dukungan pada Jokowi Ma’ruf Amin, Alumni PL hadir mengenakan sarung untuk menghormati Kiai Ma’ruf dan menggunakan atribut-atribut Nusantara sebagai bentuk kebhinekaan Indonesia, berbeda tapi satu. Bagi Alumni PL Jokowi punya komitment pada Bhineka Tunggal Ika dan Pancasila.

Deklarasi diwakili dari angkatan yang paling tertua hingga termuda, dan sebagai sebuah simbol Alumni PL memberikan sapu kepada Jokowi untuk membersihkan negara ini dari koruptor dan orang-orang yang mendahulukan kepentingan golongan, dan mengancam persaudaraan, persatuan Indonesia. Simbol sapu ini berarti juga kalau mereka tidak mempan disapu dengan cara halus, gunakan tongkat sapu untuk mentung mereka yang hidup bertentangan dengan Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika. Rosan mengatakan hampir seribu orang alumi yang hadir ini akan melakukan komunikasi dengan masyarakat bertema Jokowi Ma’ruf “Lelaki Sejati Bersinergi Membangun Negeri.” Selamat berjuang Alumni PL BerSatu!

About Fadjar Dewanto

Partner in Business Advisory Vibiz Consulting, Advisor LEPMIDA (Lembaga Pengembangan Manajemen dan Investasi Daerah) who is active as editor and a columnist on Vibiz Media Network.

12 comments

  1. Maju terus Pakde…

  2. Pengalaman itu yg membuat orang menjadi percaya, bukan sekedar omongan saja…maju terus Pak Jokowi lanjutkan

  3. Simply want to say your article is as surprising. The clearness to your submit is simply spectacular and i can think you are a professional in this subject. Fine with your permission allow me to grab your RSS feed to stay up to date with impending post. Thank you 1,000,000 and please continue the rewarding work.

  4. mungkin ada hal yang di pertimbangkan

  5. great antivirus new version of smadav

  6. thank you for posting. I am from India.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.