Kewajiban Pajak Bagi UKM/UMKM

Ketika Anda membicarakan bisnis Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) maka tentunya yang membedakan bisnis ini dengan bisnis usaha lainnya adalah jumlah aset dan total omzet penjualan. Selain itu pastilah kita juga akan melihat dari sisi jumlah karyawan yang bekerja dalam usaha itu.

Kategori Usaha Mikro/Industri Rumah Tangga

Usaha mikro adalah usaha produktif milik orang perorangan dan/atau badan usaha perorangan dengan kriteria sebagai berikut :
– Memiliki karyawan kurang dari empat orang
– Aset (kekayaan bersih) hingga Rp 50 juta
– Omzet penjualan tahunan hingga 300 juta

Kategori Usaha Kecil

Usaha kecil adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri dan dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha, yang bukan merupakan anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari usaha menengah, atau usaha besar yang memenuhi kriteria usaha kecil.
Berikut ini adalah kriteria usaha kecil:
– Memiliki karyawan kurang dari 5-19 orang
– Aset (kekayaan bersih) dari Rp 50 juta hingga Rp 500 juta
– Omzet penjualan tahunan dari 300 juta hingga Rp 2,5 miliar

Kategori Usaha Menengah

Usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri dan dilakukan oleh orang perseorangan atau badan usaha, yang bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dengan usaha kecil atau usaha besar dengan jumlah kekayaan bersih atau hasil penjualan tahunan.
Berikut ini adalah kriteria usaha menengah:
– Memiliki karyawan antara 20 sampai 99 orang
– Aset (kekayaan bersih) antara Rp 500 juta hingga Rp 10 miliar
– Omzet penjualan tahunan antara Rp 2,5 miliar hingga Rp 50 miliar

Kategori Usaha Besar

Usaha ekonomi produktif yang dilakukan oleh badan usaha dengan jumlah kekayaan bersih atau hasil penjualan tahunan lebih besar dari usaha menengah yang meliputi usaha nasional milik negara atau swasta, usaha patungan dan usaha asing yang melakukan kegiatan ekonomi di Indonesia.

Berikut ini adalah kriteria usaha besar:
– Memiliki karyawan lebih dari 100 orang
– Aset (kekayaan bersih) lebih dari Rp 10 miliar
– Omzet penjualan tahunan lebih dari Rp 50 miliar

Pajak UKM/UMKM

Ketika Anda mendaftarkan perusahaan atau badan di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) tempat usaha Anda berdomisili, maka akan mendapatkan SKT atau Surat Keterangan Terdaftar. Dalam SKT tersebut tertulis pajak-pajak apa saja yang harus Anda bayarkan.

Semuanya akan tergantung pada jenis transaksi yang Anda lakukan dan jumlah omzet usaha Anda dalam setahun.

Pajak-pajak yang harus Anda bayarkan adalah sebagai berikut:

– PPh Pasal 4 Ayat 2 atau PPh Final (jika ada sewa gedung/kantor, omzet penjualan, dll)
– PPh Pasal 21 (jika memiliki pegawai)
– PPh Pasal 23 (jika ada transaksi pembelian jasa)
– Ppn (jika anda adalah PKP)

PPh Final 0,5% Untuk UKM
Menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 46 Tahun 2013, PPh Final untuk pajak UKM adalah pajak atas penghasilan dari usaha yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak yang memiliki peredaran bruto atau omzet di bawah Rp 4,8 miliar dalam setahun.
Sehingga semua transaksi penjualan per bulan harus ditambahkan dan dijumlahkan, kemudian dikalikan 0,5 %. Setiap tanggal 15 di bulan berikut harus dibayarkan ke kas negara.

About Endah Caratri

Endah Caratri is a Partner in Financial, Accounting and Tax Services of Vibiz Consulting. She also wrote hundreds of Journals and Columns of financial, taxation, property, business and management.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.