Ketika Semangat Reformasi Menyala Mendukung Jokowi Ma’ruf Amin

(Beritadaerah-kolom) Hari ini Sabtu 9 Februari 2019 Di Basket Hall Senayan, Alumni Trisakti bersama dengan Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta juga organ relawan Jokowi menyatukan hati dan pikiran mendeklarasikan dukungan kepada Capres dan Cawapres 01, “Jokowi sudah terbukti kinerjanya jadi perlu untuk dilanjutkan 5 tahun lagi. Selain itu Trisakti sebagai kampus reformasi mempunyai kewajiban menjaga demokrasi yang selama ini telah dijalankan Jokowi dengan baik,” ujar Ketua Alumni Trisakti 01 Muhanto Hatta di Basket Hall, Senayan. Banyak informasi hoax dan fitnah beredar di masyarakat menjadi fokus alumni Trisakti untuk melakukan kampanye positif. Sebagai kampus perjuangan, Trisakti ingin cita-cita reformasi 1998 tetap hidup, jangan berita tidak benar yang beredar.

Apalagi selama pemerintahan Jokowi nilai-nilai Pancasila telah diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. “Jokowi selama hampir 5 tahun sudah membuktikan dalam bentuk karya dan keadilan sosial untuk rakyat,” ungkap Muhanto.

Suasana reformasi dirasakan menggema kembali pada saat film pendek tentang perjuangan reformasi diputar. Dan mahasiswa Trisakti banyak yang berkaca-kaca, dan mereka mengatakan “Kami tidak ingin pengorbanan empat mahasiswa Trisakti meninggal pada 1998 sia-sia” tegas Muhanto.

Deklarasi ini dihadiri sekitar 5 ribu orang, dengan sahabat-sahabat alumni Trisakti yang hadir juga tidak sedikit seperti FOKAL UI, Alumni UNS, Alumni Unpar, Alumni Jayabaya, Alumni UKI, Alumni Atmajaya,Alumni IPB,Alumni Pancasila, Alumni ITS, Alumni Unpad, Alumni ITB,Alumni UGM,Alumni Jerman,Alumni Brawijaya, NHI. Dan juga berbagai komunitas diluar Perguruan Tinggi, seperti komunitas DDB, Relawan Pertiwi, Projo, Jokowers, Alumni Fuur, Jerma, PKPI, Alumni Canisius.

Jokowi hadir dengan pakaian kerja putih dan jeans, berdiri seakan mewakili semangat pejuang Reformasi ini. Jokowi adalah harapan Trisakti untuk tidak menggagalkan perjuangan reformasi yang sudah dilakukan. Dua orang ibu tampak meneteskan air mata, rupanya mereka adalah orang tua dari dua orang diantara 4 pahlawan reformasi. Banyak alumni Trisakti larut dalam kenangan akan reformasi dan keinginan untuk reformasi tetap tegak berdiri.

Jokowi menyampaikan bahwa dia bukan diktator dan tidak memiliki rekam jejak kejahatan. Dia menyerukan agar kejadian yang menimpa 4 mahasiswa tidak terjadi lagi. Indonesia memerlukan pemimpin yang memiliki pengalaman dan yang sederhana tentu pengalaman memimpin keluarga, kalau tidak tentu tidak bisa memimpin bangsa Indonesia yang besar ini.

Tampak banyak tokoh perjuangan yang adalah Alumni Trisakti hadir pada sore itu, diantaranya Yenny Wahid, Wimar Witoelar meneguhkan deklarasi pada Alumni Trisaksti yang kembali sekali lagi memilih Jokowi Ma’ruf Amin. Addie MS selalu setia memimpin nyanyian kebangsaan yang dikumandangkan terus menerus hingga awal hingga akhir acara. Semangat untuk membangun negeri untuk meneruskan reformasi dituangkan dalam dukungan kepada Jokowi. Alumni Trisakti memberikan Jaket bertuliskan “Suara Reformasi” dan megaphone lambang untuk Jokowi berbicara keras kembali diberikan dan teruslah Jokowi memimpin 5 tahun kembali 2019-2024.

About Fadjar Dewanto

Partner in Business Advisory Vibiz Consulting, Advisor LEPMIDA (Lembaga Pengembangan Manajemen dan Investasi Daerah) who is active as editor and a columnist on Vibiz Media Network.

Leave a Reply to Anonymous Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.