Menpar : Jadikan Milenial Sebagai Target Pasar Industri Pariwisata

(Beritadaerah – Banten) Milenial yang juga dikenal sebagai Generasi Y menjadi target pasar yang potensial bagi industri pariwisata di Indonesia. Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya meminta para pengelola taman rekreasi yang tergabung dalam Asosiasi Rekreasi Keluarga Indonesia (ARKI) menerapkan “strategic alliance” dan menjadikan milenial sebagai target pasar sehingga lebih banyak terjaring wisatawan mancanegara (wisman).

Hal tersebut disampaikan oleh Menpar saat menghadiri acara Seminar Nasional Asosiasi Rekreasi Keluarga Indonesia (ARKI) dengan tema “Theme Park, Water Park, Attraction Seminar & Recovery Bisnis Pariwisata Provinsi Banten” yang berlangsung di Hotel Royal Krakatau, Cilegon, Banten, pada Selasa (12/2).

“Salah satu cara ARKI untuk meningkatkan wisman adalah dengan menerapkan ‘strategic alliance’ bersama para pemangku kepentingan pariwisata lainnya. Cara lain, dengan memikirkan desain taman rekreasi keluarga yang menyasar target milenial. Untuk itu, taman rekreasi tersebut harus memenuhi kebutuhan milenial yaitu keinginan agar diakui,” jelas Menpar dalam siaran persnya kepada Beritadaerah.co.id, Rabu (13/2).

Menpar menilai milenial merupakan target pasar yang potensial dan tepat untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara ke Tanah Air. Kunjungan wisman yang datang ke Indonesia, lima puluh persen adalah milenial, terutama wisman dari Asia. Karakter mereka senang mendatangi tempat yang beda dan belum pernah didatangi teman-temannya.

Menpar menjelaskan bagi wisatawan mancanegara daya tarik wisata “man-made” masih kurang bila dibandingkan wisata alam dan budaya Indonesia. Wisata “man-made” di Indonesia masih lemah untuk menjadi daya tarik wisman. Ditambahkan Menpar, hanya 5% wisman yang memilih “man-made” sebagai pilihan berwisata di Indonesia. Mayoritas wisatawan mancanegara memilih berkunjung ke Indonesia untuk melihat wisata alam maupun budaya.

Sementara itu Ketua DPP Arki, Taufik A. Wumu menyampaikan walaupun belum menjadi primadona bagi wisatawan asing, namun pertumbuhan taman rekreasi “man-made” di Indonesia cukup besar sekitar 10-20% per tahun. Untuk total kunjungan ke taman rekreasi ‘man-made’ di Indonesia mencapai 100 juta per tahun dan kontribusi tenaga kerja mencapai 50 ribu pertahun .

Tahun 2019, Pemerintah dalam ini Kementerian Pariwisata menargetkan 20 juta kunjungan wisman datang ke Indonesia. Berbagai upaya dilakukan antara lain memberikan kepastian keamanan kepada wisatawan, melakukan promosi dan mengelar event yang menarik wisman untuk berkunjung ke Indonesia.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor : Handi Fu

 

About Fu Handi

Fu Handi is a Partner of Management and Technology Services at Vibiz Consulting and Editor of beritadaerah.co.id. He is also working as trainer and consultant at LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.