Solusi Permasalahan Lubang Tambang Menurut Jokowi dan Prabowo

Sesi ketiga dalam acara Debat Kedua Capres Pemilu 2019 di Hotel Sultan hari Minggu (17/02) dilakukan debat eksploratif, dimana kedua calon Presiden memilih satu video yang akan ditayangkan. Dalam kesempatan pertama, Prabowo memilih tentang pertambangan dan setelah video ditonton bersama ada pertanyaan yang harus dijawab dan juga ditanggapi oleh Jokowi.

Sampai tahun 2018 terdapat kurang lebih 8 juta hektar lubang tambang belum direklamasi terdiri dari perusahaan besar, tambang rakyat dan 500 ribu hektar terindikasi areal tambang tanpa izin
Pertanyaan : Bagaimana langkah konkret mengatasi masalah lingkungan dan ekonomi yang disebabkan lubang tambang tersebut?

Jawaban capres 02 Prabowo :
Terkait masalah sosial ekonomi yang ditimbulkan oleh lubang pertambangan, Prabowo menyebutkan bahwa justru inilah persoalan yang kita terima dari tahun-tahun lalu. “Seolah-olah negara telah dikooptasi oleh perusahaan swasta,” tambahnya. Hal ini, menurut Prabowo, bisa dianggap kolusi pemerintah dengan perusahaan swasta besar sehingga kalau sudah meninggalkan persoalan tadi -lubang yang tidak ditutup- tidak akan dikejar dan tidak ditindak.

“Kami menghargai jika pemerintah sudah mengejar,” aku Prabowo lagi. Menurutnya pemerintah manapun mewarisi persoalan ini dari sekian tahun sebelumnya. Selanjutnya Prabowo menambahkan dibutuhkan pemerintah yang tegas yang berani menindak banyak perusahaan yang sudah tidak ada di Indonesia. “Sudah 30 tahun lakukan eksploitasi lalu berangkat,” katanya tanpa menyebutkan nama perusahaan yang dimaksud.

Menurutnya lagi, ini bisa dikejar lewat saluran pengadilan internasional, PBB, interpol. Sebagian (perusahaan) begitu kerja di sini selesai, lalu meninggalkan. Prabowo mengaku prihatin dan akan benar fokus untuk mengatasi hal ini.

Tanggapan capres 01 Joko Widodo:
Sejak 2015 pemerintah bekerja sama dengan KPK melalui gerakan penyelamatan SDA, banyak yang sudah dikerjakan dengan KPK untuk penyelamatan SDA yang kita miliki.
Disamping penegakan hukum juga telah mengerjakan banyak hal, salah satu contoh adalah di tambang Bukit Asam, hampir sebagian besar sudah dihutankan kembali. Dengan pengawasan ketat kita bisa lakukan itu.

Tanggapan capres 02 Prabowo:
Prabowo mengakui adanya upaya pemerintah, namun menurutnya pemerintah harus lebih galak lagi mengejar pencemar lingkungan yang tidak mentaati ketentuan yang dilaksanakan.

Tanggapan capres 01 Jokowi:
Selain penghutanan kembali, kita telah melihat di beberapa tambang telah dilakukan reklamasi kembali, ada yang jadi pantai wisata, jadi kolam ikan besar. Memang ada satu, dua ,tiga yang belum dikerjakan, tapi saya yakin dengan pengawasan pemerintah daerah , pengawasan kementerian KLH, bisa diselesaikan satu per satu meskipun bukan pekerjaan mudah oleh kementerian, provinsi, kabupaten dan kota.

Emy T/Journalist/BD 
Editor : Emy Trimahanani

 

About Emy Trimahanani

Head of LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute), Partner in Management and Technology Division of Vibiz Consulting and Editor of Vibiz Media Network.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.