Strategi Capres Pemilu 2019 Mengatasi Masalah Infrastruktur

Dalam segmen tanya jawab Debat Kedua Capres Pemilu 2019, kedua calon Presiden menjawab pilihan pertanyaan mereka dari yang sudah disiapkan panelis terkait infrastruktur .

Infrastruktur
Dalam global kompetitivenes aspek infrastruktur Indonesia berada di peringkat ke 71 dari 140 negara, diantaranya diukur dari konektivitas jalan, keandalan layanan air minum, dan efisiensi layanan pelabuhan yang dapat berpengaruh diantaranya kepangan dan industri kecil serta menengah. Bagaimana strategi mengatasi masalah-masalah tersebut untuk meningkatkan data saing ekonomi nasional?

Jawaban capres 01 Joko Widodo:
Dalam 4 tahun ini sudah kita bangun banyak sekali :
Jalan tol, pelabuhan, airport baru maupun pengembangan dan inilah yang terus ingin kita lakukan. Konektivitas antar pulau, provinsi dan kabupaten betul-betul tersambungkan dengan baik. Menunjang kemudahan transportasi logistik transportasi barang dan mobilitas orang semakin cepat.

Daya saing kita tanpa perbaikan lupakan, sehingga saya akan konsisten untuk terus membangun infrastruktur ini sehingga konektivitas tersambung.
Bukan hanya urusan jalan tol , pelabuhan dan airport, tapi juga yang berkaitan dengan digitalisasi . Kita telah bangun Palapa Ring tersambungnya backbone dengan broadband dengan kecepatan tinggi. Telah dibangun di Indonesia Bagian Barat 100%, Barat Tengah 100%, di Bagian Timur 90% dan akan selesai tahun ini.

Tanggapan capres 02 Prabowo :
Capres 02 mengatakan menghargai niat Jokowi dalam memimpin pembangunan infrastruktur, namun menyebutkan tim Jokowi telah bekerja kurang efisien.
“Banyak yang dikerjakan dengan grasak-grusuk tanpa feasibility study yang benar,” katanya, dan itu ditambahkan mengakibatkan banyak proyek yang tidak efisien, rugi, dan sulit dibayar.
Infrastruktur, menurut Prabowo, untuk rakyat, bukan terbalik, jangan rakyak yang menjadi korban, seperti yang di Palembang dan Kertajati.

Tanggapan paslon 01 Joko Widodo:
Sudah direncanakan lama, DED nya semuanya ada. Mengenai LRT Palembang atau LRT dan MRT Jakarta semua butuh waktu. Memindahkan budaya yang senang naik mobil sendiri dan masuk ke transportasi masa, di negara lain butuh 10 sampai 20 tahun. Saat ini baru 4-6 bulan. Mengenai Kertajati juga tinggal selesaikan jalan tol tersambung Kertajati-Bandung. Jika rampung, airport Bandung akan segera dipindahkan.

Emy T/Journalist/BD

Editor : Emy Trimahanani

 

About Emy Trimahanani

Head of LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute), Partner in Management and Technology Division of Vibiz Consulting and Editor of Vibiz Media Network.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.