Strategi Jokowi dan Prabowo Memperbaiki Tata Kelola Sawit

Calon Presiden Joko Widodo dan Prabowo Subianto dalam Debat Kedua Capres Pemilu 2019 di Hotel Sultan hari Minggu (17/02), menyampaikan strategi mereka terkait pertanyaan  yang sudah disiapkan panelis terkait permasalahan energi dan pangan.

Sawit merupakan komoditas strategis karena memberikan sumbangan devisa terbesar di sektor pertanian dan menjadi sumber energi alternatif dan saat ini lahan perkebunan sawit mencapai 14 juta hektar. Namun sistem perkebunan sawit dan pengelolaannya masih menimbulkan masalah sosial dan lingkungan.
Pertanyaan: bagaimana kebijakan dan strategi untuk memperbaiki tata kelola sawit agar target biodiesel minimal 20 persen (B20) tercapai, buruh kebun dan petani mandiri sejahtera serta keberlanjutan lingkungan terjaga?

Jawaban capres 02 Prabowo :
Kelapa sawit adalah komoditas penting bagi kita, ini menjanjikan karena kita dapat menggunakan untuk biodiesel dan biofuel. Saya sudah bicara dengan para ahli, para pengusaha, benar mereka sudah laksanakan, benar kita sudah ke arah B20 tapi Brasil bisa ke B90.

Saya sangat optimis, kita sangat mampu untuk swasembada di bidang energi dan kelapa sawit sangat menjanjikan, kita bisa manfaatkan semua produk kelapa sawit kita untuk jadi biofuel, biodiesel dan ini bisa meningkatkan pendapatan petani kita yang sekarang lagi jatuh, kita bisa meningkatkan harga, dan juga kita harus konsekuen untuk meningkatkan kesejahteraan mereka.

PIR harus dilaksanakan. Pola PIR (Perkebunan Inti Rakyat) harus kita laksanakan dan harus kita rubah. Tidak 80% adalah plasma dan 20% inti tetapi mungkin kita harus lebih berani seperti Malaysia kita harus tingkatkan plasmanya lebih banyak dan rakyat lebih memiliki hak-hak atas kerja keras mereka dan produk mereka.

Kita bisa cari jalan-jalan yang penting jadi pertama kita bisa manfaatkan sawit untuk jadi tambahan bahan bakar kita karena dalam waktu dekat kita akan jadi net importir. Kita akan import 100 % bahan bakar minyak kita dan kita sekarang punya peluang dari kelapa sawit.

Tanggapan capres 01 Joko Widodo:
Melibatkan petani kurang lebih 16 juta. Saya kira sebuah jumlah yang sangat banyak. Kita telah memulai B 20 dan sudah berproduksi 98 % dari yang kita harapkan. Artinya B 20 sudah rampung.
Kita ini sekarang menuju pada yang namanya B 100. Sehingga kita harapkan 30% dari total produksi dari kelapa sawit nanti akan masuk ke dalam bio fuel.
Sudah kita rencanakan, plannya sudah sangat rigid dan sangat jelas. Ini lah yang sedang kita kerjakan sehingga kita tidak ketergantungan program minyak dari impor. Targetnya ini pak.

Tanggapan capres 02 Prabowo :
Sebagaimana tadi saya sampaikan bahwa setiap usaha ke arah kemandirian energi kita sambut baik. Kami bisa mengakui bahwa memang Pak Jokowi dan pemerintahnya telah melakukan hal-hal yang positif di bidang itu. Strategi kami akan menggenjot tidak hanya kelapa sawit, tapi aren, cassava bahkan etanol dari gula, semua akan kita gunakan untuk kita bisa tidak mengimpor bahan energi dari luar negeri.

 

Emy T/Journalist/BD 
Editor : Emy Trimahanani

 

About Emy Trimahanani

Head of LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute), Partner in Management and Technology Division of Vibiz Consulting and Editor of Vibiz Media Network.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.