Menyimak Pernyataan Penutup Jokowi dan Prabowo dalam Debat Capres Kedua

(Beritadaerah – Nasional) Mengakhiri Debat Capres Kedua Pemilu 2019 yang berlangsung semalam di Hotel Sultan hari Minggu (17/02), kedua capres diberi kesempatan menyampaikan kata pamungkas sekaligus menandai berakhirnya seluruh segmen debat. Kata-kata ini ditunggu baik oleh para audience maupun pemirsa se tanah air.

Kesempatan pertama menyampaikan pernyataan penutup adalah capres 01 Joko Widodo kemudian  calon Presiden 02 Prabowo.

Berikut kutipan dari pernyataan kedua capres;

Pernyataan penutup capres 01 Joko Widodo

Rakyat Indonesia yang saya cintai, mengelola Negara sebesar Indonesia itu tidak mudah. Beruntung sekali saya punya pengalaman mengelola sebuah kota sebagai Walikota, kemudian mengelola sebuah provinsi menjadi Gubernur di DKI Jakarta dan 4,5 tahun ini mengelola Negara kita Indonesia.

Butuh sebuah ketegasan, butuh sebuah keberanian dalam membuat kebijakan-kebijakan untuk kebaikan negara ini. Mafia Migas Petral telah kita bubarkan. Blok minyak Rokan dan Mahakam telah kita kelola. Freeport 51% mayoritas telah kita ambil.

Kita ingin Negara ini semakin baik dan saya akan pergunakan seluruh tenaga yang saya miliki, kewenangan yang saya miliki, untuk memperbaiki negara ini. Tidak ada yang saya takuti untuk kepentingan nasional, untuk kepentingan rakyat, untuk kepentingan bangsan untuk kepentingan negara kecuali Allah SAW untuk rakyat kita sejahtera.

Pernyataan penutup capres 02 Prabowo Subianto

Baik sahabat-sahabtku dimanapun kau berada malam hari, kita telah melaksanakan debat, diskusi, hal-hal penting dan kita melihat itikad baik dan bagaimanapun Pak Joko widodo punya hasil-hasil yang dicapai.

Hanya Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno, kami punya falsafah dan strategi yang lain. Kami berpegang pada falsafah keadilan yang akan menghasilkan kemakmuran. Jadi kami berpandangan bahwa pemerintah, menurutnya, harus hadir dengan rinci dengan teliti, dengan tegas, dengan aktif untuk memperbaiki ketimpangan dalam kekayaan.

Kita harus menjaga kekayaan kita supaya tidak lari ke luar negeri dan untuk itu, alat kita, instrumen kita adalah Pasal 33 UUD 1945. Itu saya kira yang kami ingin tegaskan.

Saya juga minta ijin tadi disinggung tentang tanah yang saya kuasai di beberapa tempat. Itu benar, tetapi itu adalah HGU, milik negara, dan setiap saat negara bisa ambil kembali dan untuk negara saya rela diambil semua, Tapi dari pada jatuh ke tangan asing, lebih baik saya yang kelola karena saya nasionalis dan patriot.


Emy T/Journalist/BD
Editor : Emy Trimahanani

About Emy Trimahanani

Head of LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute), Partner in Management and Technology Division of Vibiz Consulting and Editor of Vibiz Media Network.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.