UMKM Pariwisata Malang Mendapatkan Coaching Clinic Program KUR

(Beritadaerah – Jawa) Kementerian Pariwisata (Kemenpar) bekerjasama dengan beberapa institusi yang bergerak di jasa keuangan untuk mendukung permodalan para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).  Melihat potensi dan perkembangan pariwisata di wilayah Malang, Kemenpar mendorong para pelaku UMKM dapat memanfaatkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) agar kawasan wisata Bromo-Tengger-Semeru (BTS) semakin berkembang.

Kemenpar yang diwakili oleh Asisten Deputi Investasi Pariwisata, Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata, Kementerian Pariwisata, Henky Manurung, mengadakan acara Sosialisasi dan Coaching Clinic Program KUR bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Pariwisata Bromo Tengger Semeru di Pendapa Museum Singhasari, Malang, Jawa Timur, Senin (18/2).

Hadir dalam acara Sosialisasi dan Coaching Clinic Program KUR, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Malang Made Arya Wedanthara, CEO BNI Wilayah Malang Wiwi Suprihatno, dan Direktur Utama PT. Intelegensia Grahatama selaku investor utama KEK Singosari David Santoso.

“Melalui pertemuan ini, kami berharap dapat memfasilitasi para pelaku UMKM pariwisata di kawasan Bromo Tengger Semeru untuk memperoleh informasi terkait akses permodalan KUR. Detail persyaratan untuk mengakses program penguatan modal KUR dijelaskan oleh pihak bank, silakan gunakan dengan baik peluang ini,” kata Henky dalam siaran persnya kepada Beritadaerah.co.id, Senin (18/2).

Dihadapan para pelaku UMKM Pariwisata Malang, Hengky menjelaskan bahwa KUR adalah kesempatan emas yang sebaiknya dimaksimalkan oleh para pelaku UMKM pariwisata. KUR untuk pariwisata diinisiasikan sejak 2018 dan diharapkan bisa dimanfaatkan dengan optimal oleh para pelaku usaha pariwisata di berbagai daerah. Pihaknya memilih Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singosari sebagai lokasi sosialisasi KUR ini karena wilayah tersebut memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata favorit dengan daya dukung pelaku UMKM-nya yang terus bertumbuh.

Hengky menambahkan dengan bantuan permodalan, para pelaku UMKM Pariwisata Malang dapat melihat peluang bahwa KEK Singosari ditargetkan mampu mendatangkan 1 juta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) setiap tahun. Dengan suksesnya pembangunan KEK ini diharapkan memberikan dampak pada peningkatan jumlah kunjungan wisman yang ditandai dengan adanya peningkatan durasi lama kunjungan dan tingkat pengeluaran wisman, sehingga pertumbuhan ekonomi di area Malang dan Bromo-Tengger-Semeru akan meningkat pula.

Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Malang Made Arya Wedanthara menyampaikan apresiasinya terkait penyelenggaraan kegiatan sosialisasi pemanfaatan KUR bagi para pelaku UMKM di area Bromo-Tengger-Semeru, khususnya di KEK Singosari.

Sedangkan CEO BNI Wilayah Malang Wiwi Suprihatno menyatakan jika suku bunga yang ditawarkan melalui program KUR dianggap sangat ringan karena para pelaku UMKM bidang pariwisata hanya perlu membayar bunga sebesar 7% efektif pertahun atau setara dengan 3,79% flat pertahun.

Kegiatan sosialisasi dan coaching clinic yang digelar oleh Kemenpar ini diikuti sebanyak 75 pelaku UMKM di Kabupaten Malang, sebagai kawasan penyangga industri Bromo-Tengger-Semeru, yang terdiri dari para pengusaha homestay, penyewaan jeep, suvenir, dan lain-lain.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor : Handi Fu

About Fu Handi

Fu Handi is a Partner of Management and Technology Services at Vibiz Consulting and Editor of beritadaerah.co.id. He is also working as trainer and consultant at LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*