Bangkitnya Unicorn di Indonesia

Mungkin istilah unicorn masih jarang dibicarakan diantara masyarakat awam, akan tetapi di kalangan pelaku startup, istilah ini sangat sering dipakai sebagai bahan pembahasan. Unicorn merupakan istilah bagi startup yang memiliki nilai perusahaan lebih dari US $ 1 miliar atau setara Rp. 14 triliun (asumsi US$1 = Rp 14.000)

Saat ini Indonesia memiliki 4 startup yang disebut Unicorn, yaitu Gojek, Bukalapak, Tokopedia dan Travaloka. Sekalipun empat perusahaan ini memiliki valuasi yang tinggi, tetapi tidak menjamin bahwa perusahaan tersebut sudah profit, bahkan tidak sedikit kemungkinan perusahaan startup ini masih rugi. Kita tidak bisa memandang suatu startup sama dengan perusahaan biasa hanya dihitung untung ruginya. Karena nilai keberhasilan dari suatu startup memiliki suatu keunikan dan memerlukan penilaian yang berbeda. Sekalipun mereka belum profit, tetapi mereka memiliki penghasilan atau omzet. Bagi perusahaan e-commerce seperti Tokopedia yang diperhitungkan adalah Gross Merchandise Value (GMV) yaitu total nilai transaksi yang ada di platform e-commerce tersebut. Jumlah tersebut serta proyeksi jangka panjang dari perusahaan startup lah yang membuat para investor mau meng investkan dananya pada perusahaan start up.

Saat ini di seluruh dunia terdapat 300 unicorn. Setelah unicorn ada langkah berikut bagi startup, yaitu Decacorn, Startup yang memiliki valuasi nilai US $ 10 miliar. Berikutnya lagi adalah Hectocorn, Startup yang memiliki valuasi nilai US $ 100 miliar.

Gojek adalah perusahaan Indonesia yang pertama yang mendapatkan gelar unicorn dan didirikan pada tahun 2010 oleh Nadiem Makarim. Investor sudah menginvestasikan dana sebanyak 7 kali dengan jumlah US $ 3,5 miliar. Diantaranya dari perusahaan besar Cina, Tencent Holdings dan JD.com, Astra International, Warburg Pincus, KKR, Meituan, Tencent, Google dan Temasek. Gojek terus berkembang dan baru saja meluncurkan layanannya di Vietnam dan Thailand sebagai awal dari ekspansi international.

Tokopedia didirikan pada tahun 2009 oleh William Tanuwijaya dan menjadi perusahaan ke dua memperoleh gelar unicorn. Investor sudah investasi sebanyak 9 kali dengan jumlah US $2,4 miliar, yaitu Alibaba Group, Softbank Group dan Sequoia Capital.

Bukalapak didirikan pada tahun 2011 oleh Achmad Zaky. Pada tahun lalu, perusahaan telah mencapai penilaian lebih dari 1 miliar Dollar Amerika Serikat. Pendanaan yang ditanam sampai 6 kali dengan total jumlah US $ 200 juta oleh ant Financial, Mirae Asset, Naver Asia, GIC dan Emtek Group dari Indonesia.

Traveloka didirikan oleh Ferry Unardi bersama dua temannya pada tahun 2012 dan saat ini Traveloka menjadi startup Indonesia keempat yang menjadi unicorn. Mereka mendapatkan gelar itu setelah mendapatkan suntikan dana sampai 6 kali dari Expedia, East Ventures, Hillhouse Capital Group, JD.com, dan Sequoia Capital.Total dana yang diterima Traveloka adalah sebesar 500 juta Dollar Amerika Serikat.
Traveloka ini dianggap perusahaan dengan pertumbuhan tercepat yang mendapatkan gelar unicorn setelah lima tahun beroperasi.

About Endah Caratri

Endah Caratri is a Partner in Financial, Accounting and Tax Services of Vibiz Consulting. She also wrote hundreds of Journals and Columns of financial, taxation, property, business and management.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.