Kemenpar Persiapkan Geopark Banyuwangi Menjadi Geopark Internasional

(Beritadaerah – Jawa) Banyuwangi telah menjadi destinasi wisata yang populer dikalangan wisatawan nusantara (wisnus) dan wisatawan mancanegara (wisman). Daerah ini memiliki destinasi wisata dengan kekayaan geologi yang luar biasa dan langka seperti situs geopark. Ada tiga situs Geopark Nasional yang menjadi andalan parawisata daerah ini yakni Pulau Merah, Kawah Ijen, dan Taman Nasional Alas Purwo.

Pasca ditetapkan sebagai Geopark Nasional, Banyuwangi segera diusulkan menjadi Global Geopark Network (GGN) Unesco atau Geopark Internasional. Pemerintah pusat pun terus mematangkan persiapan Banyuwangi menjadi jaringan geopark dunia.

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) bersama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi menggelar Focused Group Discussion (FGD) guna membahas persiapan terkait pengusulan tersebut di Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (21/2).

“Diskusi tim kecil ini membahas segala kelengkapan yang diperlukan untuk mengusulkan Banyuwangi menjadi GGN. Karena, target kami tahun depan sudah bisa submit ke Unesco,” kata Indra yang dikutip laman Banyuwangikab, Kamis (21/2).

Menurut Indra, dalam persiapannya Banyuwangi sudah on the track meskipun masih ada sejumlah hal yang perlu dibenahi. Daerah Banyuwangi punya keunikan dan kekhasan, aksesibilitas sudah terbangun, amenitas juga cukup memadai. Saya bilang Banyuwangi ini sudah selangkah lebih maju, ujar Indra.

Sementara itu, Ahli Utama Pusat Survei Geologi, Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Hanang Samodra Peneliti mengatakan, ada empat hal yang menjadi prasyarat dasar agar lolos jaringan GGN. Yakni, warisan geologi yang berskala internasional, pengelolaan, visibilitas, dan jejaring.

Sebelumnya, pada awal Januari 2019 lalu asesor GGN Unesco Guy Martini datang ke Banyuwangi untuk meninjau kesiapan daerah ini menjadi situs geopark dunia. Selama di Banyuwangi, Martini melakukan kunjungan ke Pantai Pulau Merah, Gunung Ijen, dan Desa Wisata Adat.

Dalam acara FGD yang dibuka oleh Asisten Deputi Pengembangan Infrastruktur dan Ekosistem Pariwisata Kemenpar Indra Ni Tua, turut dihadiri oleh sejumlah stakeholder seperti dari Kepala BKSDA wilayah V Jawa Timur Sumpena, Administratur Perhutani Banyuwangi Selatan Nur Budi, perwakilan Taman Nasional Alas Purwo Wahyu M, serta Ketua Tim Geopark Banyuwangi Rani Razak beserta tim. Hadir juga jajaran SKPD terkait dan pemerhati lingkungan.

Geopark merupakan salah satu kawasan wisata yang sangat edukatif, wisatawan tidak hanya melihat keindahan alam, tapi dapat belajar mengenai budaya, adat, dan warisan budaya setempat. Indonesia memiliki geopark internasional yang diakui oleh UNESCO antara lain Danau Toba di Sumatera Utara, Gunung Rinjani di Nusa Tenggara Barat, Gunung Batur di Bali, Geopark Merangin di Jambi, Gunung Sewu di Yogyakarta dan Kawasan Ciletuh di Palabuhan Ratu, Jawa Barat.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor : Handi Fu

About Fu Handi

Fu Handi is a Partner of Management and Technology Services at Vibiz Consulting and Editor of beritadaerah.co.id. He is also working as trainer and consultant at LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.