Jokowi pada Festival Satu Indonesia (Photo: Jul Hutabarat/ VM)

Festival Indonesia Satu – Jokowi: Negara ini ke Depannya ada di Tangan Kaum Milenial

(Beritadaerah – Pilpres 2019) Jokowi menyampaikan pada ribuan anak muda dalam acara Festival Indonesia Satu di Istora Senayan Jakarta pada hari Minggu (10/03) bahwa negara ini ke depan ada di tangan mereka. Jangan orang hanya berpikir senangnya instan dan cepat saja. Tapi orang itu harus bervisioner 50 atau 100 tahun yang akan datang. Untuk itu pondasi disiapkan dan direncanakan dari sekarang.

Ketika banyak orang bertanya kenapa anggaran APBN tidak disalurkan untuk sektor riil terlebih dahulu untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi, Jokowi sampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi kita sudah di atas 5 kok. Kalau dibandingkan di negara negara G 20, Indonesia memiliki ranking growth nya no 3 setelah India dan China. Pembandingnya harus negara besar seperti itu karena Indonesia negara besar.

Jokowi sangat menekankan jangan maunya hanya instant-instant saja dalam pembangunan infrastruktur. Negara ini negara besar. Pondasinya harus dibangun step by step, nggak mungkin langsung jadi. Penduduk Indonesia sudah 269 juta, hidup di 17 ribu pulau, dan ada di 34 propinsi. Itu jumlah yang sangat besar….dan yang perlu dibangun bukan hanya Jawa saja, Jakarta, Sumatra juga perlu dibangun, Bali juga, Maluku, NTT, NTB juga, Kalimantan, Sulawesi, Papua juga perlu dibangun. Anak anak muda yang hadir bersorak dengan gegap gempita.

Jokowi menambahkan akan pengalamannya ketika pergi ke Wamena, Papua. Ketika dia sampaikan ingin pergi ke Nduga, Panglima TNI menolak dengan alasan keamanan. Tetapi Jokowi tetap mau pergi ke Nduga bagaimanapun kondisinya. Dia melihat bagaimana dari Wamena menuju Nduga rakyat harus berjalan 4 hari 4 malam lewat hutan belantara. Bahkan ketika hari pertama dia tiba di Nduga, dia melihat disana jalan aspal 1 meter saja tidak ada. Semakin Jokowi melihat betapa timpangnya perbedaan infrastuktur di Jawa dengan yang ada di Papua, dia katakan seperti bumi dan langit…

Itu sebabnya saat itu Jokowi mengambil keputusan untuk dibangun jalan dari Wamena ke Nduga. Saat ini sudah selesai tapi belum seluruhnya di aspal. Sehingga waktu yang ditempuh dari Wamena ke Nduga menjadi 6 jam. Dia ceritakan bahwa bukan sesuatu yang mudah untuk membangun tanah Papua, bayangkan bagaimana sulitnya membangun jalan di atas hutan belantara, di atas pegunungan yang tingginya 1300 m, semua bahan bangunannya pun harus dibawa dengan heli. Jokowi tegaskan, betapa besar nya negara Indonesia dan semuanya sangat membutuhkan infrastruktur.

Sambil terdengar tepuk tangan dan sorak sorai yang membahana menyerukan, “Jokowi…Jokowi….Jokowi…” dia menyampaikan bahwa kalau Jawa saja yang dibangun, artinya tidak ada keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Saat ini jalan Trans Papua sudah hampir selesai dan diharapkan akhir tahun ini sudah rampung semuanya.

About Emy Trimahanani

Head of LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute), Partner in Management and Technology Division of Vibiz Consulting and Editor of Vibiz Media Network.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.