Hadapi Era Tourism 4.0, Menpar Tetapkan Sertifikasi Kompetensi

(Beritadaerah – Jakarta) Kementerian Pariwisata (Kemenpar) melaksanakan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pariwisata I Wonderful Indonesia Digital Tourism 4.0 pada hari Kamis (28/2)  di Hotel Sultan, Jakarta. Dalam Rakornas tersebut Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menetapkan industri pariwisata harus memiliki sertifikasi kompetensi untuk menghadapi persaingan di era Tourism 4.0.

Sertifikasi kompetensi nantinya akan menentukan kualitas bahkan profesionalitas layanan, untuk itu, Kemenpar terus melakukan pembinaan dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) pariwisata dengan mengacu pada standar global agar dapat bersaing di level internasional.

“Indonesia saat ini sudah menggunakan standar regional atau yang sering disebut ASEAN MRA, Mutual Recognition Arrangement. Kita harus punya kompetensi selevel ASEAN dulu kemudian melangkah ke standar yang lebih tinggi,” kata Menpar Arief Yahya dalam siaran persnya kepada Beritadaerah.co.id, Kamis (28/2).

Sementara itu, Direktur Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) Kunjung Masihat yang hadir dalam Rakornas ini menekankan pentingnya sertifikat kompetensi yang ada di Indonesia, terlebih untuk industri pariwisata.

BNSP juga mendorong pelaksanaan sertifikasi pendidikan dan pelatihan vokasi. Di SMK, misalnya, peserta didik mendapatkan pelatihan langsung dari asosiasi profesi. Jadi, mereka mendapatkan tambahan pengetahuan dan kompetensi yang sesuai dengan industri.

“Misalnya, perhimpunan hotel dan restoran Indonesia memberikan pelatihan soal praktik housekeeping sehingga lulusan SMK sudah terkualifikasi sesuai kebutuhan industri,” ujarnya.

Dijelaskan Kunjung Masihat, dalam Peraturan Pemerintah nomor 10 tahun 2018 tentang Badan Nasional Sertifikasi Profesi, fungsi BNSP sejatinya ditambahkan. Selain menjalankan sertifikasi profesi, juga melaksanakan sertifikasi pendidikan dan sistem pelatihan vokasi untuk melaksanakan dan mengembangkan kompetensi.

Saat ini dunia telah menuju kepada era revolusi industri generasi keempat (4.0), hal ini ditandai dengan kemunculan super komputer, robot pintar, kendaraan tanpa pengemudi, editing genetik dan perkembangan neuro teknologi yang memungkinkan manusia untuk lebih mengoptimalkan fungsi otak. Sektor Industri di Indonesia harus siap menghadapi era tersebut, karena teknologi yang menjadi tanda dimulainya revolusi industri 4.0, sudah mulai diterapkan di berbagai lini.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor : Handi Fu

About Fu Handi

Fu Handi is a Partner of Management and Technology Services at Vibiz Consulting and Editor of beritadaerah.co.id. He is also working as trainer and consultant at LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*