Lebih dekat dengan Kopi Indonesia, Rumah Aspirasi Rakyat 01, Azwar Anas (Photo: Jul Allens/ BD) 1

Azwar Anas: Ekonomi Kreatif Hasilkan Pertumbuhan Pelaku Usaha Kopi Lokal Banyuwangi

(Beritadaerah – Jakarta) Acara talk-show bertajuk “Lebih dekat dengan Kopi Indonesia’, digelar di Rumah Aspirasi Rakyat 01, di Jakarta Pusat (2/3), dengan salah satu nara sumber Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

Dalam acara yang berlangsung cukup singkat, Bupati Azwar Anas menyampaikan beberapa ide menarik yang dapat dikaji dan diterapkan oleh para pelaku usaha kopi khususnya para start-up.

Dikatakan bahwa sejak 2016, Banyuwangi menjadi pilot project pengembangan industri kreatif berbasis data, bekerja sama dengan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf). Sasarannya utamanya UMKM, dengan ruang lingkup pendampingan edukasi dan pengembangan ekonomi kreatif, akses permodalan, infrastruktur, pemasaran, regulasi, serta hubungan antarlembaga dan wilayah.

Oleh Azwar Anas, hal ini disambut seiring dengan kemajuan pariwisata daerah, adalah dengan pengembangan produk UMKM kopi Banyuwangi. Produk kopi lokal Banyuwangi mulai menjadi primadona para wisatawan yang berkunjung ke Banyuwangi. Salah satu yang sudah tersohor adalah Kopai Osing, kopi nikmat andalan Kota Banyuwangi dan khususnya Desa Kemiren yang dikenal mempunyai kopi terenak di dunia.

Para start-up kopi di Banyuwangi pada awalnya tidak memiliki modal untuk roasting kopi, alat pengering kopi, dan sebagainya. Maka Bupati berinisiatif membantu para pelaku bisnis kopi muda ini per kelompok  dan dilatih memproses kopi dengan baik dan benar.

“Saya berterimakasih kepada Presiden Jokowi yang pertama menggerakkan ekonomi kreatif dan CSR Perbankan. Presiden sudah beri semua tools, tinggal kepala daerah mau sambut atau tidak,” ucap Bupati Banyuwangi dua periode  tersebut.

Kini di Banyuwangi dalam satu tahun ada 99 event/festifal , beberapa diantaranya adalah Festifal Jazz, International Tour de Ijen, lalu ada Festifal Kopi – ada yang namanya “Ngopi Sepuluh Ewu” dimana disediakan 10.000 cangkir kopi gratis dengan kualitas rasa yang sama. Event-event seperti ini meningkatkan kolaborasi pengusaha dan pemilik kopi sehingga secara total meningkatkan kesejahteraan masyarakat Banyuwangi.

Marak dan beragam produk kopi buatan strat-up kopi Banyuwangi, Jumlah UMKM kopi di Banyuwangi sendiri terus tumbuh pada 2013 jumlahnya tidak sampai 10, namun sekarang sudah mencapai lebih dari 40 UMKM. Kafe yang menyajikan kopi juga mulai menjamur.

Agar lebih berkembang, Bupati Banyuwangi Azwar Anas mendorong  agar para pelaku usaha kopi lokal mulai mengembangkan pemasaran dengan platform online. Berdasar data Bank Indonesia (BI) pada 2016 pembeli online Indonesia mencapai 24,73 juta orang dengan nilai transaksi sebesar Rp. 75 trilun dan pada 2018 transaksinya diperkirakan mencapai Rp 144 triliun. Ini menjadi peluang buat pelaku UMKM Kopi Banyuwangi. Perlu terus memanfaatkan berbagai platform online baik e-commerce konvensional seperti Tokopedia, Lazada maupun platform media sosial seperti facebook dan instagram.

Bupati Anas pun mengajak para UMKM kopi lokal terus meningkatkan kualitas produk maupun packaging. Pemkab Banyuwangi setiap tahun mengadakan pelatihan bagi petani dan UMKM kopi, salah satunya lewat Processing Coffee Festival. Pemkab juga menyediakan fasilitas berkonsultasi tentang pemasaran online dan packaging melalui Rumah Kreatif di bawah Dinas Koperasi dan UMKM.

Pada akhir pembicaraannya Bupati Anas mengajak para start-up yang hadir untuk mencoba berbisnis produk berbasis agro seperti kopi ini, dan silakan mencoba berhubungan dengan para pengusaha kopi di Banyuwangi untuk bekerjasama.

Emy T/Journalist/BD
Editor : Emy Trimahanani

 

About Emy Trimahanani

Head of LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute), Partner in Management and Technology Division of Vibiz Consulting and Editor of Vibiz Media Network.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.