Pelabuhan Kuala Tanjung Multipurpose Terminal (KTMT), Sumatera Utara (Photo: Kominfo)

Pelabuhan Kuala Tanjung Kini Jadi Sentral Logistik Nasional dan Hub Internasional

(Beritadaerah – Nasional) Pelabuhan Kuala Tanjung Multipurpose Terminal (KTMT), Sumatera Utara, telah  siap dioperasikan sebagai pelabuhan hub internasional dan menjadi sentra logistik nasional, khususnya untuk Propinsi Sumatera Utara. Rencananya pengoperasian Pelabuhan Kuala Tanjung Multipurpose Terminal ini akan diresmikan Presiden RI Joko Widodo dalam waktu dekat.

Pelabuhan Kuala Tanjung nantinya memiliki dua fungsi, yaitu sebagai pelabuhan industri Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) bagi Kawasan Barat Indonesia, dan menjadi pusat bongkar muat kapal (transhipment).

Dirjen Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) R. Agus Purnomo menjelaskan kesiapan dan fasilitas yang dimiliki KTMT antara lain:

  • Tiga Container Crane berkapasitas 45 ton yang mampu menangani container berukuran 20 feet, 40 feet hingga 45 feet,
  • Terminal Multipurpose berkapasitas 600 ribu TEUs, dan siap beroperasi melayani arus keluar masuk barang ke seluruh Indonesia dan luar negeri,
  • Dermaga ukuran 500×60 meter,
  • Trestle sepanjang 2,8 km dan lebar 18,5 meter,
  • Rak pipa 4 line x 8 inch,
  • 3 unit Ship to Shore (STS) Crane,
  • 8 unit Automated Rubber Tyred Gantry, (ARTG) Crane,
  • 21 unit truck terminal,
  • 2 unit MHC,
  • Terminal Operating System (TOS) Peti Kemas maupun curah cair.

Ujicoba pengoperasian telah dilakukan dengan disandarkannya beberapa kapal berukuran besar, baik untuk kegiatan domestik maupun ekspor, dan telah berhasil dilakukan dengan baik.

Kegiatan domestik kapal yang telah diujicobakan adalah KM Sinar Belawan dengan bobot kapal sekitar GT 12.000 dan panjang 145,5 meter milik perusahaan PT Samudera Indonesia dan telah berhasil mengangkut kargo domestik sebanyak 50 box milik PT Unilever Indonesia. Untuk kegiatan ekspor, kapal yang diujicobakan adalah kapal Wan Hai 505, dan Wan Hai 507 yang masing-masing memiliki panjang 268 meter dan kapasitas 4.500 TEUs, telah berhasil mengangkut barang ekspor milik PT Unilever Indonesia, dan PT Domas Agrointi Perdana (P & G) tujuan ke China, India, Singapura dan Malaysia.

“Kami akan memastikan proses pengoperasian pelabuhan Kuala Tanjung berjalan sesuai rencana yang ditetapkan, agar harapan menjadikannya sentra logistik baru, dan kegiatan operasional pelabuhan di Propinsi Sumatera Utara bisa berjalan efisien dan kompetitif, serta mampu menurunkan biaya logistik nasional dapat terwujud,” ujar Dirjen Agus.

Emy T/Journalist/BD
Editor : Emy Trimahanani

 

About Emy Trimahanani

Head of LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute), Partner in Management and Technology Division of Vibiz Consulting and Editor of Vibiz Media Network.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.