Politik Sehat Ala Jokowi Untuk Para Milenial di Festival Satu Indonesia.

(Beritadaerah – Pilpres 2019) Debut para millenial ibu kota patut diacungi jempol. Mereka menyelenggarakan perhelatan Festival Satu Indonesia yang dihadiri 8000 orang di Istora Senayan Jakarta pada Minggu, 3 Maret.

Rangkaian acara yang dikemas untuk mengajak anak-anak muda agar terus optimis dalam memandang masa depan bangsanya. Selain bazar produk lokal, panggung seni, juga sebuah sesi “Inspiration Talks” dengan pembicara Capres 01 Joko Widodo (Jokowi).

Dalam balutan jaket hitam dengan tempelan aksesoris bergaya anak muda, Jokowi menyapa semua millennial yang hadir dengan sebutan kawan dan sahabat. Jokowi mengisahkan perjalanan karirnya di dunia politik.

Para Milenial yang hadir pada Festival Satu Indonesia (Photo: Togu Hasiholan BD).

Hal yang sangat penting , kata Jokowi kepada para millennial, bahwa dunia ini sedang berubah dengan sangat cepat, baik pada landscape politik, landscape ekonomi, juga landscape social. Sehingga negara kita belum sepenuhnyai siap menghadapi perubahan-perubahan yang ada, sehingga berbagai regulasi belum dimunculkan dan terjadilah apa yang dinamakan disrupsi.

Kemajuan teknologi sangat cepat, muncul Artificial Intelligence, Virtual Reality, bitcoin dan cryptocurrency di dunia keuangan, sementara regulasinya belum ada. Namun demikian, Jokowi mengambil kesempatan ini menjadi sebuah peluang yang bermanfaat. Jokowi mengajarkan para kaum milenial untuk belajar berpolitik dari pengalaman Jokowi.

Jokowi mengisahkan  jalan hidupnya. Bagaimana ia berasal dari keluarga yang sangat sederhana kemudian akhirnya mendapatkan kesempatan untuk masuk ke dunia politik pada tahun 2005. Ketika itu, Jokowi bukanlah orang yang terkenal di Solo, mencalonkan diri untuk menjadi wali kota Solo bersaing dengan 3 pasangan kandidat lainya termasuk seorang incumbent. Meskipun ketiga pasangan yang menjadi pesaingnya jauh lebih terkenal, namun tidak menjadi penghalang bagi Jokowi untuk memenangkan persaingan, dengan sebuah peluang yang diciptakannya sendiri.

Kala itu, para politikus masih berkampanye dengan cara-cara mengumpulkan masyarakat di stadiun besar untuk mendegarkan orasi, pidato, dan kemudian diakhiri dengan berkeliling kota dengan menggunakan sepeda motor besar. Tetapi Jokowi memiliki pandangan yang berbeda. Ia memutuskan untuk melakukan door to door, bergerak dari rumah ke rumah dari pagi hingga malam, dari pagi hingga tengah malam, bahkan hingga pagi lagi pada hari berikutnya. Hal inilah yang menghantarkan Jokowi memenangkan pilkada walaupun dengan keunggulan perolehan suara yang tipis (37%).

Jokowi pun semakin dikenal di kota Solo. Setelah lima tahun berlalu, ia berhasil meraih suara 91% yang menghantarkannya kembali menjabat sebagai wali kota Solo.

Setelah 2,5 tahun berlalu, Jokowi pun diusung untuk menjadi gubernur DKI Jakarta. Hal yang sama ketika ia berkompetisi menjadi wali kota Solo, kembali menjadi strateginya. Pada tahun 2012, Jokowi memasuki DKI Jakarta dan ia pun mencoba bergerak ke pasar-pasar, ke RT, RW, dan ia menemukan bahwa masyarakat tidak mengenal dia. Sering kali tidak ada yang menyapanya. Oleh karena itu, ia kembali bergerak dari pintu ke pintu, dari RT ke RT, juga RW ke RW untuk memperkenalkan dirinya. Kala itu, hal ini masih belum dilakukan oleh para politisi kebanyakan. Setelah 2 hingga 3 bulan, menjalani ‘blusukan’ seperti ini, orang pun mulai mengenali Jokowi. Hingga akhirnya Jokowi pun terpilih sebagai Gubernur DKI Jakarta dengan perolehan suara 43%. Tanpa kenal lelah Jokowi bekerja menyapa masyarakat yang ada dan tiada diduga banyak orang mencalonkannya untuk menjadi Presiden RI yang ke-7.

Demikian Jokowi memberikan inspirasi generasi muda dalam berpolitik sehat.

 

Emy T/Journalist/ VM

Editor : Emy Trimahanani

About Emy Trimahanani

Head of LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute), Partner in Management and Technology Division of Vibiz Consulting and Editor of Vibiz Media Network.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.