Bendungan Way Sekampung Pringsewu

(Beritadaerah – Kolom) Banyak bendungan buatan manusia di dunia ini menjadi tempat wisata yang menyenangkan, sebut saja bendungan Glen Canyon Dam di Amerika Serikat dibangun 1956 hingga 1966, Tehri Dam di India pembangunannya dimulai dari tahun 1978, namun pembukaannya baru diresmikan pada tahun 2006, Sayano Shushenskaya Dam di Rusia yang dibangun tahun 1961, dan masih banyak tempat lagi. Indonesia juga memiliki wisata bendungan di beberapa daerah, seperti waduk Jatiluhur di Purwakarta Jawa Barat, waduk Seloromo di Pati Jawa Tengah, waduk Gajah Mungkur di Wonogiri Jawa Tengah, dan di beberapa tempat lainnya.

Saya dan beberapa kawan berkesempatan mengunjungi bendungan Way Sekampung di kabupaten Pringsewu provinsi Lampung yang masih dalam proses pembangunan dan direncanakan selesai pada bulan Desember tahun 2019. Lokasi bendungan ini 299 kilometer dari Jakarta, dan perlu menyebrang kesana dengan ferry dari Merak ke Bakauheni, namun kalau dari kota Bandar Lampung hanya berjarak 52 km, sekitar 2 jam perjalanan ke lokasi. Bendungan ini digunakan untuk tujuan pengelolaan irigasi di kabupaten Pringsewu, pembangkit tenaga listrik, dan juga pariwisata.

Untuk tujuan pariwisata bendungan Way Sekampung sudah sangat terasa sejak masih dibangun saat ini. Begitu berbelok dari jalan lintas barat Sumatera maka suasana menjadi berubah, sepanjang jalan menuju ke Way Sekampung sudah ditata indah, di kiri kanan jalan menuju lokasi adalah sawah hijau yang sangat indah, suasana rumah penduduk desa yang ciri khas Lampung kental terasa, dan juga jalan beton yang mulus sudah dipersiapkan menuju lokasi bendungan.

Pada proyek bendungan Way Sekampung, saat ini sedang dibangun juga, Gardu Pandang, Menara Intake, Jembatan menara Intake dan Taman Bendungan. Gardu Pandang digunakan sebagai tempat melihat bendungan dan dilengkapi dengan taman untuk rekreasi. Panjang bendungan sendiri 362 meter dengan ketebalan jalan 10 meter, lebar dasar 250 meter, ketinggian 25 meter, dan disediakan jalan diatasnya untuk kendaraan melintas diatasnya. Selain hal-hal teknis lainnya seperti Spillway sedang dipersiapkan juga untuk kepentingan irigasi dan pembangkit tenaga listrik sebesar 5,4 MW dengan kapasitas tampung 68 juta m3 yang bisa mereduksi banjir 185 m3/detik.

Way Sekampung yang akan dimanfaatkan untuk irigasi seluas 72.713 hektar, dibentuk di antara bukit dan sekarang sudah nampak keindahannya dengan lereng tebing yang mulai dibentuk melalui penanaman tumbuhan untuk memperkuat tanah sekaligus menciptakan nuansa hijau yang membuat lokasi menjadi asri. Disamping bendungan dibangun dengan arsitek yang indah dengan jalan mengelilingi bendungan dan pagar bercorak khas Lampung.

Bendungan yang menghabiskan 1,835 Triliun rupiah ini, akan menjadi lokasi wisata andalan kabupaten Pringsewu. Dikerjakan oleh kontraktor BUMN karya PP, mereka menata kantornya juga sebagai office resort yang menyandang konsep green, kebersihan, kenyamanan dan keasrian. Dilengkapi dengan rumah ibadah, taman, rumah dinas dan mengambil tema budaya lokal Pringsewu yang sejuk bagi para pengunjung yang ingin berekreasi disana.

About Fadjar Dewanto

Partner in Business Advisory Vibiz Consulting, Advisor LEPMIDA (Lembaga Pengembangan Manajemen dan Investasi Daerah) who is active as editor and a columnist on Vibiz Media Network.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*