Batas Pelaporan SPT Tahunan Pribadi Makin Mendekat

Sudah semakin mendekat batas akhir pelaporan SPT Tahunan Pribadi yaitu tanggal 31 Maret 2019, sedangkan bagi WP badan batasnya adalah tanggal 30 April 2019. Seperti yang kita ketahui bahwa jika sampai batas tanggal terakhir, WP belum melapor, Kantor Pajak akan mengeluarkan Surat Tagihan Pajak atas denda keterlambatan lapor sebesar Rp 100 ribu untuk WP Orang Pribadi dan Rp 1 juta untuk WP Badan.

Setiap wajib pajak pribadi baik yang bekerja sebagai karyawan maupun sebagai pengusaha harus melaporkan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) Pajak Penghasilan (PPh) setiap tahun dimana SPT tersebut melaporkan total pendapatan kotor dan pajak yang telah dibayarkan kepada negara. Setiap warga negara yang memiliki penghasilan di atas Pendapatan Tidak Kena Pajak (PTKP) wajib membayar pajak sesuai dengan tarif pajak yang berlaku. Dimulai dari bulan Januari sampai Maret merupakan kesempatan wajib pajak untuk melaporkan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) Pajak Penghasilan (PPh) tahunan.

Saat ini pelaporan SPT Pajak Tahunan sangat mudah untuk dilakukan, selain itu juga praktis dan tidak dikenakan biaya apapun. Anda tidak harus melaporkannya dengan datang ke Kantor Pajak dan mengalami antrian yang panjang seperti waktu yang lalu.

Pelaporan SPT PPh orang pribadi saat ini bisa dilakukan secara online melalui e-filling (electronic filling) dan juga melalui e-Form.

SPT PPh orang Pribadi ini terdiri sebagai berikut :

1. SPT / Formulir 1770 S
Merupakan Surat Pemberitahuan pajak tahunan bagi orang pribadi yang memiliki pendapatan lebih dari Rp 60 juta selama 1 tahun terakhir.

2. SPT / Formulir 1770 SS
Merupakan Surat Pemberitahuan pajak tahunan bagi orang pribadi yang memiliki pendapatan kurang dari Rp 60 juta selama 1 tahun terakhir.

3. SPT / Formulir 1770
Merupakan Surat Pemberitahuan pajak tahunan bagi orang pribadi yang memiliki bisnis atau pekerjaan bebas.

Dokumen-dokumen yang harus dipersiapkan dalam mengisi dan melaporkan SPT Pajak Tahunan adalah sebagai berikut:

1. Formulir 1721 A1 atau A2
Anda harus meminta formulir 1721 A1 atau A2 kepada pemberi kerja Anda. Data dari formulir ini yang harus Anda laporkan pada saat mengakses portal e-Filing SPT Tahunan Pribadi OnlinePajak atau DJP Online.

2. Electronic Filing Identification Number (EFIN), beserta password dan alamat email aktif yang anda pakai. EFIN ini adalah nomor identifikasi wajib pajak dari DJP untuk melakukan e-filing atau lapor pajak online

3. Data penghasilan lainnya, kewajiban/utang, harta (bila ada)

Bila Anda memiliki penghasilan lainnya di luar pekerjaan tetap Anda, kewajiban/utang, atau harta maka lengkapi data-data tersebut supaya Anda dapat mengisi SPT Tahunan Pribadi dengan mudah.

Langkah Dalam Mengisi SPT Pajak Tahunan

Wajib pajak bisa langsung membuka laman Direktorat Jenderal Pajak (DJP) di sini.
Masukkan EFIN dan Password yang telah dibuat sebelumnya.
Kemudian, pilih jenis SPT sesuai gaji Anda di tempat kerja.

Jika gaji wajib pajak lebih dari 60 juta per tahun, gunakan jenis SPT 1770 S untuk pegawai atau karyawan, 1770 untuk pegawai dengan penghasilan lain, dan 1770 untuk bukan pegawai.

Sedangkan gaji wajib pajak dibawah 60 juta per tahun, gunakan jenis SPT 1770 SS untuk pegawai atau karyawan, 1770 untuk pegawai dengan penghasilan lain, dan 1770 untuk bukan pegawai.

Setelah memilih jenis SPT, wajib pajak harus kembali mengisi formulir sesuai petunjuk yang tertera.

Pilih Tahun SPT, lalu pilih status SPT di Normal, dan klik langkah berikutnya.

Kemudian, isi Lampiran II yang memuat halaman Daftar Pemotongan PPh oleh pihak lain dan PPh yang ditanggung Pemerintah.

Setelah mengisi Lampiran II, isilah Lampiran I atau bagian kolom harta.
Kolom harta ini merupakan yang paling krusial, sebab akan menentukan keberhasilan pengisian atau pelaporan SPT Pajak Tahunan.

Isilah secara lengkap dan benar Lampiran I tersebut hingga selesai.

Setelah mengisi dengan lengkap dan benar, klik langkah berikutnya.

Pada halaman berikutnya ini, akan ada pertanyaan ‘Apakah Anda Memilik Utang?
Bila Anda memiliki utang, sebutkan saja utang tersebut kecuali kartu kredit.

Selanjutnya, masuk ke kolom induk dan isi sesuai identitas dengan status perkawinan.

Lanjutkan ke langkah berikutnya dengan klik pilihan ‘Lanjut ke A’.
Isi setiap kolom sesuai dengan bukti potong yang wajib pajak sudah terima sebelumnya.

Dapat Bukti Laporan

Jika pada status SPT bertuliskan nihil, maka pengisian SPT Pajak Tahunan Anda benar.

Di dalam email Anda, Ditjen Pajak mengirimkan token untuk verifikasi pelaporan SPT.
Masukkan kode verifikasi di bagian kolom yang tersedia di bagian bawah.
Setelah terisi, klik kolom ‘Kirim SPT’ dan kemudian klik kolom ‘Selesai’ untuk menyelesaikan laporan SPT Pajak Tahunan Anda.

About Endah Caratri

Endah Caratri is a Partner in Financial, Accounting and Tax Services of Vibiz Consulting. She also wrote hundreds of Journals and Columns of financial, taxation, property, business and management.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.