Era Presiden Jokowi, Kapasitas ASN Mencapai Hasil yang Membanggakan

(Beritadaerah – Jakarta) Sepanjang tahun 2017-2018, Indonesia di dalam hal kapasitas aparatur negaranya mencapai hasil yang cukup membanggakan. Selama masa kurun waktu Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengalami kenaikan 24 point.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) Sofian Effendi dalam diskusi Teguh Membangun Pemerintahan yang Bersih dan Modern di Kantor Staf Presiden, Gedung Bina Graha, Jakarta Pusat, Rabu (27/3).

“Sekarang bila dinilai dari angka 1 sampai 100, maka score Indonesia adalah 54. Kita baru analisa ASN (Aparatur Sipil Negara) yang dipandang mampu mendukung Indonesia menjadi Lower Middle Income Country,” kata Sofian Effendi.

Sofian menjelaskan bahwa melihat pertumbuhan ekonomi sekarang ini, kemungkinan pada tahun 2020 Indonesia akan masuk negara upper middle income country dengan GNI per kapitanya mencapai USD 4.500. Untuk mendukung pemerintahan tersebut maka diperlukan mutu ASN yang lebih tinggi dari yang sekarang.

Ditambahkan oleh Sofian bahwa negara di Asia yang sudah mencapai upper middle income country, rata-rata mutu ASN nilainya sudah mencapai 73 sampai 75. Saat ini Indonesia nilainya 54. Sehingga Indonesia harus menaikkan mutu ASN setara dengan Malaysia dan Thailand. Kalau reformasi birokasi lebih difokuskan pada peningkatan mutu dan kapasitas ASN maka tidak mustahil bisa dicapai oleh Indonesia. Tapi sangat tergantung dari mutu ASN yang bisa kita bangun.

Ketua KASN memaparkan bahwa untuk mencapai hal tersebut ada 5 driving factornya. Yang pertama adalah mutu pelayanan publik, Indonesia sudah bagus dalam hal ini. Kedua adalah mutu Sumber Daya Manusia (SDM), karena ada intervensi politik Indonesia sempat anjlok. Ketiga adalah derajat kemandirian ASN dari intervensi politik. Yang keempat adalah kapasitas dari pejabat-pejabat pimpinan tinggi dan formulasi kebijakan publik di Indonesia yang belum semuanya didasarkan pada data yang cukup baik. Kelima adalah kepercayaan masyarakat ke pemerintah cukup tinggi. Indonesia nomer 2 di dunia yang tertinggi.

Sofian tegaskan pentingnya Indonesia untuk meningkatkan mutu ASN kedepan. Dalam upaya tersebut Indonesia akan menghadapi tantangan baru kedepan. Tantangan saat ini adalah intervensi partai politik dalam menentukan pejabat-pejabat tinggi.

Hadir dalam diskusi ini yakni Sekretaris Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Dwi Wahyu Atmaji, Deputi Bidang SDM Aparatur Kementerian PANRB Setiawan Wangsaatmaja, Ketua Mahkamah Konstitusi RI 2003-2008 Jimly Asshiddiqie, dan Adnan Topan Husodo Koordinator Indonesia Corruption Watch. Moderator acara ini oleh Yanuar Nugroho yang merupakan Deputi II Kepala Staf Kepresidenan.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor : Handi Fu

About Fu Handi

Fu Handi is a Partner of Management and Technology Services at Vibiz Consulting and Editor of beritadaerah.co.id. He is also working as trainer and consultant at LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*