Pelaporan SPT Tahunan Badan Melalui DJP Online

Untuk SPT Tahunan Badan batas waktu pelaporannya paling lama 4 bulan setelah akhir tahun pajak yaitu tanggal 30 April. Batas waktu yang semakin mendekat ini perlu diperhatikan oleh setiap wajib pajak badan. Berdasarkan ketentuan UU No.28 Tahun 2007, perubahan ketiga atas UU No.6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan, telah ditetapkan sanksi yang terlambat atau tidak melaporkan SPT Tahunan Badan Usaha (PPh 22) yaitu akan di denda sebesar satu juta rupiah.

Salah satu alasan tidak dilaporkannya SPT Tahunan ini adalah karena wajib pajak merasa rumit dalam melaporkan SPT ini. Padahal saat ini pelaporan SPT Tahunan Badan ini makin mudah dilakukan, karena dapat dilaporkan secara online melalui sistem e-Filling DJP Online.

Dalam pelaporan SPT Tahunan Badan, formulirr yang digunakan adalah sebagai berikut :

1. Formulir 1771
Formulir ini dipakai untuk wajib pajak badan baik CV, PT, dan badan hukum lain yang menyelenggarakan pembukuan menggunakan mata uang rupiah.
2. Formulir 1771 S
Formulir ini dipakai untuk wajib pajak badan yang menyelenggarakan pembukuan menggunakan mata uang dolar amerika.

Berikut ini merupakan prosedur pelaporan SPT tahunan Badan yang dilakukan melalui DJP Online.

Membuat dan Aktivasi EFIN

Untuk dapat mengakses DJP Online, wajib pajak badan harus memiliki e-FIN terlebih dahulu. Wajib pajak dapat mengajukan permohonan ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) tempat dimana mendaftarkan badan usaha untuk pertama kali. E-FIN berfungsi sebagai identitas yang akan digunakan untuk mengakses DJP Online dan melakukan e-Filing atau lapor pajak online. Setelah memiliki e-FIN, selanjutnya lakukan aktivasi pada situs DJP Online.

Membuat Data SPT Elektronik

Setelah berhasil mengaktivasi e-FIN, Anda sudah siap untuk melaporkan pajak tahunan badan. Agar lebih lancar memulai e-Filling, terlebih dahulu pastikan jika Anda sudah membuat file CSV menggunakan aplikasi e-SPT yang dimiliki oleh DJP.

Menyiapkan Dokumen yang Diperlukan

Sebelum Anda memulai e-Filling, sebaiknya siapkan dulu dokumen pendukung yang dibutuhkan. Dokumen yang dilampirkan saat melakukan e-Filling adalah:

– SPT 1771 yang telah terisi dengan lengkap.
– Laporan keuangan badan usaha.
– Khusus untuk wajib pajak PP 46, harus melampirkan penghitungan peredaran bruto dan pembayarannya.
– Khusus untuk wajib pajak berjenis perseroan terbatas yang melakukan pembebanan Utang, diharuskan untuk mengunggah laporan utang swasta luar negeri dan laporan Debt to Equity Ratio.
– Khusus untuk wajib pajak badan dengan transaksi hub istimewa wajib mengunggah berkas ikhtisar dokumen lokal dan induk.
– Laporan penyampaian per negara atau Country by Country Report (CBCR).
– Surat daftar nominatif untuk biaya hiburan dan biaya promosi dari perusahaan atau instansi jika ada.
– Laporan tahunan yang berisi penerimaan negara dari semua kegiatan hulu yang berkaitan dengan minyak dan gas bumi khusus untuk wajib pajak badan MIGAS.
– Surat Setoran Pajak (SSP) PPh Pasal 26 Ayat 4, laporan keuangan kombinasi atau konsolidasi, dan pemberitahuan bentuk penanaman modal untuk badan usaha berbentuk tetap atau BUT.

Membuat SPT Tahunan Badan

Setelah memastikan semua dokumen sudah dilengkapi, sekarang Anda bisa mulai membuat SPT Tahunan badan melalui laman resmi DJP Online. Caranya adalah sebagai berikut:

1. Buka website DJP Online dan masuk ke akun Anda dengan menggunakan nama user dan kata sandi yang telah dibuat saat aktivasi sebelumnya.
2. Pilih menu e-Filling, kemudian pilih “Buat SPT”. Selanjutnya, Anda akan diberikan beberapa pertanyaan yang harus dijawab dengan benar. Sistem kemudian akan menentukan jenis formulir SPT yang harus Anda isi berdasarkan jawaban yang diberikan.
3. Lengkapi formulir dengan benar, pastikan Anda menelitinya hingga tiga kali untuk mencegah terjadinya salah input data. Jangan lupa pula untuk menjawab segala pertanyaan panduan yang ada.
4. Cek kotak masuk email Anda. DJP Online akan mengirimkan kode verifikasi yang harus Anda masukkan pada kolom yang tersedia. Jangan lupa pula unggah berkas yang dibutuhkan.
5. Sekali lagi pastikan semua data yang Anda isikan sudah benar. Setelah yakin semua sudah terisi, klik tombol “Kirim SPT”. Proses pelaporan pajak tahunan badan pun telah selesai, dan dalam waktu kurang dari 24 jam, Anda akan mendapatkan Bukti Penerimaan Elektronik (BPE) yang menandakan bahwa badan usaha telah melakukan lapor pajak. Bukti ini biasanya akan dikirimkan melalui email.

Demikian langkah-langkah dalam melakukan pelaporan SPT Tahunan Badan yang bisa diikuti oleh setiap wajib pajak Badan. Pastikan melaporkannya secara online sebelum batas waktu yang telah ditentukan.

About Endah Caratri

Endah Caratri is a Partner in Financial, Accounting and Tax Services of Vibiz Consulting. She also wrote hundreds of Journals and Columns of financial, taxation, property, business and management.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*